"Kebutuhan yang dirasakan sangat mendesak adalah mendirikan rumah sakit sementara atau darurat, serta menyediakan ruang yang layak untuk menampung anak-anak. Pekerjaan lainnya yang juga mendesak adalah pemakaman untuk ratusan korban jiwa yang meninggal," ujar pria yang akrab disapa Bamsoet tersebut dalam keterangan tertulis, Senin (1/10/2018).
Dikatakan Bamsoet, beberapa pekerjaan sulit untuk dilaksanakan karena kesulitan akses menyalurkan bantuan, ketiadaan daya listrik dan lumpuhnya sarana telekomunikasi. Karena alasan itu, ia menilai perlunya meningkatkan skala operasi bantuan bagi warga terdampak gempa dan tsunami di Palu dan Donggala.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan data pada Minggu (30/9/2018), jumlah korban meninggal di Palu dan Donggala mencapai 832 orang.
"(Sebanyak) 832 orang meninggal dunia," ucap Kepala Pusat Data dan Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho saat konferensi pers di kantornya, Jalan Pramuka, Jakarta Timur.
Saksikan juga video '16.732 Warga Palu Mengungsi dan Butuh Bantuan':
(ega/idr)











































