DetikNews
Senin 01 Oktober 2018, 11:15 WIB

Kirim 1.400 Personel ke Palu, Polri: Penjarahan Tak Boleh Terjadi

Audrey Santoso, Fajar Pratama - detikNews
Kirim 1.400 Personel ke Palu, Polri: Penjarahan Tak Boleh Terjadi Ilustrasi polisi (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta - Polri berencana mengirim 1.400 personel ke Palu dan Donggala untuk proses evakuasi pasca-gempa dan tsunami. Selain untuk evakuasi, penambahan personel untuk meningkatkan keamanan dan ketertiban masyarakat.

"Ini rencananya akan dikirim lagi ke sana, kemungkinan sekitar 1.400 personel akan membantu mengamankan, kemudian merehabilitasi, membersihkan di sana, seperti di Lombok. Polri tetap concern bahwa 'penjarahan' tidak boleh terjadi," kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto kepada wartawan di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (1/10/2018).


Setyo menegaskan peristiwa penjarahan tersebut menjadi atensi Polri terkait pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtimbas). Polri akan melakukan pengamanan terhadap harta benda warga dan proses distribusi bantuan.

"(Penjarahan) ini menjadi atensi juga dan kami akan mengamankan. Polda Sulawesi Tengah dengan jajarannya, dibantu oleh polda tetangga dan Mabes Polri dan polda lain akan siap mengamankan. Sampai dengan saat ini ada video beredar mengirim (bantuan) dan disetop (masyarakat)," tegas Setyo.


Setyo mengimbau masyarakat tidak melakukan tindak kriminal dengan menjarah. Apalagi, sambung Setyo, target jarahan tak berhubungan dengan kebutuhan pokok.

"Kepada masyarakat diimbau kalau memang itu kebutuhan pokok, kita masih mungkin dalam toleransi. Tapi kalau barang-barang lain, ini sudah kriminal," imbau dia.



Saksikan juga video 'Mendagri: Saya Jadi Saksi, Tak Ada Penjarahan di Palu':

[Gambas:Video 20detik]


(aud/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed