"PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama) itu bukan parpol atau lebih tepatnya NU itu buka parpol tetapi sudah pasti NU tidak alergi politik. Politik yang dikawal oleh NU adalah politik kebangsaan, politik kenegaraan, memastikan bahwa negara Indonesia ini berjalan sesuai dengan amanat pendiriannya, Pancasila, konstitusi, NKRI," ujar Ketua Bidang Hukum HAM dan Perundang-undangan PBNU, Robikin Emhas, Senin (1/10/2018).
![]() |
Robikin lantas berbicara soal Kiai Ma'ruf Amin yang merupakan tokoh sentral di NU. Karena itu, dia menegaskan bahwa warga NU punya tanggung jawab moral memenangkan sang Rais Aam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi sekali lagi organisasi NU beserta seluruh strukturnya di bawah memang tidak bisa menggunakan atribut organisasi kop surat, stempel, tidak, tetapi warga NU sebagaimana juga dijamin konstitusi itu punya hak politik dipilih dan memilih. Dalam rangka menjalankan hak politiknya, warga NU sudah merasa punya kewajiban moral untuk mensukseskan KH Ma'ruf," tegas dia.
Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak menyebut Prabowo Subianto punya hubungan baik dengan NU. Apa kata Robikin?
"Ya kita tidak bisa melarang pihak lain mengaku dekat dengan NU. Kami justru senang, merasa terhormat," sebut dia.
Saksikan juga video 'Usai Ijtimak Ulama II, Suara NU dan Nonmuslim untuk Jokowi Naik':
(gbr/knv)