Dukung Polri, Kejagung Dukung Otopsi Jenazah Jaksa Umbu

Dukung Polri, Kejagung Dukung Otopsi Jenazah Jaksa Umbu

- detikNews
Selasa, 16 Agu 2005 17:14 WIB
Dukung Polri, Kejagung Dukung Otopsi Jenazah Jaksa Umbu
Jakarta - Lambat, tapi pasti. Begitulah sikap yang diambil Polri dan Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait kematian Wakil Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Sulawesi Tenggara (Sultra) Umbu Lage Lozara. Kejagung mendukung Polri untuk melakukan otopsi jenazah Umbu. "Jamintel (Jaksa Agung Muda Intelijen-Red) juga mengatakan agar kejaksaan mendukung pihak-pihak yang ingin menginginkan jelasnya kasus ini. Pihak kejaksaan sejalan dengan Polri," kata Kapuspenkum Kejagung Soehandoyo kepada wartawan di Kejagung, Jl. Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Selasa (16/8/2005). Menurut Soehandoyo, Kapolda Sultra telah meminta kepada Kapolda Jawa Tengah untuk memfasilitasi kemungkinan diizinkannya otopsi terhadap jenazah Umbu Lage Lozara. Berdasarkan informasi dari Kajati Sultra kepada Kejagung, permintaan Kapolda Sultra itu sudah dikirimkan melalui surat ke Polda Jawa Tengah pekan lalu. Soehandoyo menjelaskan, karena jenazah Umbu dimakamkan di Ungaran, tentu otomatis Kapolda Jawa Tengah yang berhak memfasilitasi otopsi ini. Kapolda Sultra hanya akan menjembatani. "Namun, semuanya tergantung dengan keluarga. Sebab, sampai saat ini, keluarga belum menyampaikan kesediaannya untuk mengotopsi jenazah Umbu," kata Soehandoyo. Meski mendukung upaya otopsi, menurut Soehandoyo, hingga saat ini Kejagung masih berpegang pada hasil visum dokter yang menyatakan bahwa Umbu meninggal dunia karena serangan jantung. Saat ditanya bahwa dokter yang memvisum jenazah bukan ahli jantung, Soehandoyo menjawab,"Di sana kan daerah kecil di Raha. Apa menunggu mayatnya sampai membusuk?"Tapi, intinya Kejagung mendukung langkah-langkah untuk memperjelas penyebab kematian Umbu. Kejagung juga sudah melakukan konfirmasi terhadap keluarga Umbu untuk menanyakan apakah perlu dilakukan otopsi terhadap jenazah Umbu atau tidak. "Tapi, hingga saat ini belum ada jawaban, karena keluarga masih berduka," ungkap dia. Soehandoyo juga mengungkapkan, jenazah Umbu tidak dibalsam sejak di Raha, Kendari, hingga Semarang. "Jadi kemungkinan apa saja bisa terjadi," kata Soehandoyo menjelaskan mengapa ada perbedaan kondisi jenazah saat meninggal dunia hingga menjelang pemakaman. Umbu ditemukan meninggal di Hotel Ilham, Raha, 4 Agustus 2005. Informasi dari dr Nyoman Sawiti yang melakukan visum, jenazah Umbu normal-normal saja, hanya ada darah keluar dari hidung dan mulutnya. Menurut Sawiti, tidak ada luka di jenazah Umbu, lidahnya juga tidak terjulur. Namun, saat tiba di Semarang, keluarga Umbu tampak terkejut. Jenazah Umbu sangat mencurigakan. Di wajahnya terdapat luka dan lebam. Di lehernya juga tampak luka jerat. Di tangannya juga ada luka memar. Lidah jenazah Umbu juga tampak terjulur. Aneh! (asy/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini