Dephan Perketat Penunjukan Rekanan Pengadaan Alutsista

Dephan Perketat Penunjukan Rekanan Pengadaan Alutsista

- detikNews
Selasa, 16 Agu 2005 14:38 WIB
Jakarta - Departemen Pertahanan (Dephan) akan menggunakan sepertiga dari anggaran Rp 23,6 triliun yang diajukan dalam RAPBN 2006 untuk pengadaan alat utama sistem pertahanan (alutsista). Dephan akan memperketat proses penunjukan rekanan pengadaan peralatan tersebut. "Selama ini pemborosan terjadi di sini. Penggelembungan harga bisa mencapai 50-80 persen," kata Menteri Pertahanan (Menhan) Juwono Sudarsono usai mengikuti pidato kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (16/8/2005). Dengan anggaran Rp 23,6 triliun itu, Dephan menjadi departemen kedua yang terbesar mendapat anggaran APBN setelah Depdiknas. Meski begitu, Mehan menyatakan, jumlah itu masih jauh dari kebutuhan riil Dephan yang mencapai Rp 52 triliun. Selain alutsista yang menghabiskan 30 persen anggaran, sisanya akan digunakan untuk membiayai pengeluaran rutin Dephan seperti membayar gaji personel TNI, gaji pegawai dan kegiatan administrasi.Menhan menyadari keterbatasan kemampuan keuangan negara itu. Maka, untuk menjaga tidak terjadi penggelapan keuangan kebocoran keuangan negara, ia akan memperketat penunjukan rekanan. "Kami ingin secermat, setepat, dan sehemat mungkin menggunakan anggaran tersebut. Kita ingin mengurangi kolusi dalam penunjukan rekanan secara drastis," kata Menhan. (iy/)


Berita Terkait