ADVERTISEMENT

PDIP Ingatkan Elite PD: SBY Juga Sering Kutip Survei

Elza Astari Retaduari - detikNews
Jumat, 28 Sep 2018 15:17 WIB
Charles Honoris (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat (PD), Ferdinand Hutahaean, menyindir petahana Presiden Joko Widodo sebagai 'presiden survei'. PDIP lalu mengingatkan Ketum PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga kerap mengutip hasil survei dalam pernyataannya.

"Saya tidak mengerti kalau sebuah partai politik tidak percaya data dalam melihat realita politik. Bahkan setahu saya, Pak SBY sering kali mengutip hasil survei ketika menyampaikan pidato-pidatonya. Berbeda sekali dengan Ferdinand Hutahean, yang mungkin menggunakan survei 'asal tebak' kalau membaca statement-nya," ungkap Komite Kominfo DPP PDIP Charles Honoris kepada detikcom, Jumat (28/9/2018).

"Nggak heran (Ferdinand) kemarin sempat dipermalukan di social media karena salah menggunakan data tentang pembangunan bendungan zaman Jokowi," imbuhnya.


Charles mengingatkan hasil survei merupakan gambaran terhadap persepsi masyarakat berdasarkan data yang diambil. Orang rasional, menurutnya, melakukan penilaian harus dengan data empiris.

"Jadi hasil survei yang diumumkan oleh lembaga survei terkait potret pilihan publik hari ini berdasarkan data dan metodologi yang teruji. Bukan karangan dari lembaga survei," kata Charles.

Meski mengaku gembira hasil survei menunjukkan kepuasan masyarakat terhadap kinerja Jokowi, PDIP mengaku tak mau terlena. Hingga saat ini, elektabilitas Jokowi juga masih di atas pesaingnya, Prabowo Subianto.

"Masih 6 bulan sampai Pilpres 2019 dan kami akan kerja keras untuk memastikan pak Jokowi bisa meneruskan kerja-kerjanya membangun bangsa selama lima tahun ke depan," ucap anggota Komisi I DPR itu.

Charles lalu kembali menyindir Demokrat. Berdasarkan survei Indikator Politik Indonesia, diketahui basis Demokrat justru memilih Jokowi-Ma'ruf Amin. Padahal partai berlambang mirip logo Mercy itu mengusung Prabowo-Sandiaga Uno.

"Saya bisa mengerti kekagetan Ferdinand, mungkin disebabkan oleh hasil salah satu lembaga survei merilis bahwa 53% pemilih Demokrat memilih Pak Jokowi, bukan capres yang diusung oleh Demokrat," sebut Charles.


"Jadi saya rasa teman-teman Demokrat punya PR yang tidak mudah untuk meyakinkan konstituennya sendiri untuk memilih capres yang diusungnya," tambahnya.

Sebelumnya diberitakan, survei LSI Denny JA menyatakan Jokowi-Ma'ruf mengungguli Prabowo-Sandiaga. Ferdinand Hutahaean lalu menyebut Jokowi sebagai presiden hasil survei.

"Biarkan Jokowi jadi presiden hasil survei, nanti 2019 Prabowo akan jadi presiden baru pilihan rakyat," kata Ferdinand, Kamis (27/9).



Saksikan juga video 'Demokrat: SBY Hargai Apa yang Dicapai Pemerintahan Sekarang':

[Gambas:Video 20detik]

(elz/fjp)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT