Selesaikan Aceh, SBY Mengaku Teruskan Upaya Gus Dur dan Mega

Selesaikan Aceh, SBY Mengaku Teruskan Upaya Gus Dur dan Mega

- detikNews
Selasa, 16 Agu 2005 13:19 WIB
Jakarta - Pemerintah Indonesia telah meneken kesepakatan damai dengan GAM di Helsinki, 15 Agustus 2005. Banyak pihak yang kecewa dengan isi kesepakatan tersebut. Namun, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku, dirinya hanya menindaklanjuti upaya yang telah dirintis pemerintahan sebelumnya. "Lima kali pertemuan informal anatara RI dan GAM di Helsinki merupakan lanjutan dari upaya Presiden Gus Dur dan Megawati, untuk mengakhiri konflik di Aceh secara bermartabat dan damai," ungkap Presiden SBY saat menyampaikan pidato kenegaraan dalam rapat paripurna di Gedung DPR/MPR Jalan Gatot Soebroto Jakarta, Selasa (16/8/2005).Terkait banyaknya kritik tentang kehadiran asing untuk memantau hasil kesepakatan RI-GAM di Aceh, Presiden SBY langsung memberikan komentar. Dia menjamin kedatangan asing ke Aceh hanya untuk memonitor hasil kesepakatan, bukan untuk intervensi."Kedatangan mereka tidak bisa kita katakan intervensi.Karena kita melakukan tugas serupa saat memantau proses penyatuan Vietnam Selatan dan Utara serta memantau kegiatan antara pemerintah Filipina dan Moro National Liberation Front (MNLF)," kata Presiden. Tentang perjanjian antara RI-GAM, Presiden mengingatkan semua agenda yang tertera dalam nota kesepahaman harus dilaksanakan secara konsisten oleh kedua pihak . "Saya juga minta kepada mantan aktivis GAM untuk menaati kesepakatan ini," ujarnya.Khusus implementasi kesepakatan yang memerlukan peran serta parlemen seperti pemberian amnesti dan abolisi kepada mantan aktivis GAM dan pembentukan parpol lokal, pemerintah akan menyerahkan proses penyelesaiannya melalui mekanisme yang berlaku di DPR. "Silakan anggota DPR untuk membahas hal itu terlebih dahulu," katanya. (ahm/)


Berita Terkait