Ngobrol Seru Antikorupsi Bareng BHACA di Udayana

Aditya Mardiastuti - detikNews
Kamis, 27 Sep 2018 15:06 WIB
Roadshow Perkumpulan Bung Hatta Anti-Corruption Award (BHACA) di Udayana, Bali, Kamis (27/9/2018) Foto: Aditya Mardiastuti-detikcom
Badung - Universitas Udayana, Bali menjadi penutup roadshow Perkumpulan Bung Hatta Anti-Corruption Award (BHACA). Mahasiswa antusias berdiskusi sambil dihibur musikal antikorupsi.

Ngobrol soal antikorupsi jadi makin seru dengan hiburan dari band indie Sisters in Danger. Wakil Rektor III Universitas Udayana I Made Sudarma mengigatkan korupsi harus ditanamkan sejak dini agar tidak tumbuh menjadi parasit.

"Korupsi ibarat parasit, bisa menyebabkan penyakit, patogen. Kalau soal makanan dia parasit, dia numpang di hostnya, dia hidup entah inangnya mati atau terurai. Inangnya bangsa Indonesia, koruptor itu parasit. Betapa bahayanya bangsa Indonesia kalau jadi patogennya, sehingga kolaps karena kebanyakan uang negara dikorupsi," kata Made di Universitas Udayana, Jimbaran, Bali, Kamis (27/9/2018).




Made menambahkan, tahun ini Udayana mendapatkan penghargaan dari Kementerian Dikti soal antikorupsi sehingga semangat itu ditularkan ke para mahasiswa. Dia berpesan agar para mahasiswa mencari nafkah dengan cara yang halal.

"Oleh karena itu adik-adik sekalian yang saya hormati berpikirlah jernih dan ke depan mari kita cari sesuap nasi dengan berkucurkan keringat. Kata orang tua kalau kau mendapatkan hasil dengan mengucurkan keringat, bisa dinikmati, lama pahalanya. Orang bijaksana, orang yang bener-bener mempertimbangkan apa yang harus diperbuat," pesannya.

Di lokasi yang sama, putri bungsu Bung Hatta, Halida Nuriah Hatta berbagi cerita tentang pendidikan yang diajarkan ayahnya. Salah satunya, soal manajemen keuangan Bung Hatta.




"Ayah-ibu kalau terbatas keuangannya kami dibilangin apa yang bisa kita beli bersama, tunggu dulu ya. Kalau ulang tahun kakak boleh dibelikan ini, kalau saya ulang tahun boleh dibelikan ini. Ibu saya strict kalau nilai kurang bagus tidak dibelikan," kenang Halida.

Salah satu yang menjadi motivasinya adalah Bung Hatta selalu mengajarkan kejujuran dan kemandirian. Meski pernah menjabat sebagai wakil presiden, Bung Hatta tak pernah mengajarkan untuk gaya hidup borjuis.



Roadshow Perkumpulan Bung Hatta Anti-Corruption Award (BHACA) di Udayana, Bali, Kamis (27/9/2018)Roadshow Perkumpulan Bung Hatta Anti-Corruption Award (BHACA) di Udayana, Bali, Kamis (27/9/2018) Foto: Aditya Mardiastuti-detikcom



"Saya ingat ayah-ibu nggak pernah mendidik kita sebagai borjuis. Kita punya jati diri, kepribadian, punya kecerdesan juga gaul tentu temen-temen gaul kita juga mengerti filosofi hidup kita. Temen-temen ayah-ibu tidak matre, yang kalau diskusi berkualitas, tenggang-menenggang rasa, sayang sama kita, sebab Indonesia rumah kita, ayah itu menghargai setiap insan," terangnya.




"Saat diskusi ayah mendengarkan, kok betah ya meski ngalor-ngidul. Ternyata ayah mengeluarkan pendapatnya tapi tidak berarti setuju, di sini kita menempa diri, pribadi mengenal jati diri," sambung Halida.

Sementara itu, Wakil Pemimpin Redaksi detikcom Elvan Dany Sutrisno mengatakan keteladanan bung Hatta patut diacungi jempol. Elvan kemudian menyinggung soal tingkah-tingkah koruptor yang bikin geleng-geleng seperti mantan Gubernur Jambi Zumi Zola.

"Keteladanan Bung Hatta menarik ini, kalau mantan wapres saja menyimpan potongan iklan sepatu Bally sampai meninggal tak terbeli beda sama Zumi Zola. Dia jalan-jalan ke Grand Indonesia belanja sabuk, sepatu, bahkan action figure sampai ratusan juta tinggal minta bayarin rekanan," ujar Elvan.

Tak lupa, Elvan juga mengajak para mahasiswa untuk menuliskan buah pikirannya tentang antikorupsi ke detikcom. Dia mempersilakan para mahasiswa untuk mengirimkan tulisannya ke redaksi.






Roadshow Perkumpulan Bung Hatta Anti-Corruption Award (BHACA) di Udayana, Bali, Kamis (27/9/2018)Roadshow Perkumpulan Bung Hatta Anti-Corruption Award (BHACA) di Udayana, Bali, Kamis (27/9/2018) Foto: Aditya Mardiastuti-detikcom



"Buat temen-temen yang suka menulis, apa saja, termasuk tentang korupsi silakan saja dikirim ke detikcom. Boleh lewat kolom atau artikel, silakan," ucapnya.

Roadshow Antikorupsi BHACA ini digelar ke-11 kota/universitas di Jawa dan Bali. Radshow berawal di Universitas Negeri Jakarta, Universitas Muhammadiyah Tangerang, Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati), Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), dan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Kemudian, Universitas Islam Negeri Malang, Universitas Surabaya, Sekolah Tinggi Ilmu Pendidikan (STKIP) Bangkalan serta Universitas Udayana. (ams/fdn)