Presiden SBY Akan Jelaskan MoU RI-GAM di Depan DPR

Presiden SBY Akan Jelaskan MoU RI-GAM di Depan DPR

- detikNews
Selasa, 16 Agu 2005 10:57 WIB
Jakarta - Dalam pidato kenegaraan di hadapan DPR, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan menjelaskan kesepakatan damai antara pemerintah dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang baru ditandatangani di Helsinki, 15 Agustus 2005 kemarin.Demikian salah satu materi pidato SBY yang 'dibocorkan' Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Yusril Ihza Mahendra sebelum mengikuti sidang paripurna DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (16/8/2005).Presiden SBY bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla tiba di Ruang Rapat Paripurna DPR tepat pukul 10.00 WIB. Rombongan Presiden disambut oleh seluruh pimpinan DPR. Menurut Yusril, ada tiga masalah penting yang akan disampaikan Presiden dalam pidato kenegaraan 16 Agustus 2005. Masalah itu yakni RAPBN 2005, nota keuangan, dan RUU APBN 2006. Kemudian masalah Aceh dan Papua. Khusus mengenai Aceh, Presiden akan menjelaskan dasar pemikiran dilakukannya perundingan informal dengan GAM selama 7 bulan terakhir. SBY juga akan menjelaskan sejarah konflik di NAD sampai dengan penandatanganan kesepakatan damai. Namun dalam kesempatan itu, Presiden tidak akan menjelaskan isi MoU RI dengan GAM. "Isi tidak akan dijelaskan karena pemerintah sudah mengajukan surat permohonan tanggapan atas MoU tersebut kepada DPR. Diharapkan dalam 15 hari ini ada respons dari DPR," kata Yusril.Pemerintah mengharapkan tanggapan DPR mengenai pelaksanaan MoU yang terkait dengan wewenang parlemen antara lain soal pembentukan parpol lokal dan pemberian amnesti dan abolisi kepada para tahanan GAM.Mengenai Papua, Presiden akan menegaskan pemerintah tidak akan pernah mengambil langkah referendum atau mengizinkan pihak asing terlibat dalam penyelesaian masalah Papua sebagaimana yang terjadi dalam kasus Timtim. (iy/)


Berita Terkait