DetikNews
Rabu 26 September 2018, 20:40 WIB

Bamsoet Nilai Wajar Jika Jokowi Ungguli Prabowo dalam Survei

Rizki Ati Hulwa - detikNews
Bamsoet Nilai Wajar Jika Jokowi Ungguli Prabowo dalam Survei Foto: dok. DPR
Jakarta - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menilai Pemilu 2019 akan menguras energi partai politik untuk memenangkan pilpres sekaligus pileg. Karena itu, dia berharap ada edukasi politik untuk masyarakat agar cerdas dalam pilpres dan pileg nanti.

"Padahal pilpres dan pileg sama penting dan strategisnya bagi kelangsungan penyelenggaraan negara. Di sini perlu ada edukasi politik yang lebih intensif agar masyarakat dapat berpartisipasi dalam pileg dan pilpres secara cerdas," ujar Bamsoet, Rabu (26/9/2018).

Dalam diskusi 'Persaingan Pasangan Capres 2019, Rilis Temuan Survei' yang dilakukan Indikator Politik Indonesia di Jakarta pada Rabu (26/9/2018), Bamsoet mengharapkan Pemilu 2019 berjalan damai, efektif, dan berkualitas. Terlebih lagi karena anggarannya lebih besar dari sebelumnya, yang mencapai Rp 38,2 triliun (KPU, Bawaslu, dan Polri).

"Masalah-masalah yang menimbulkan potensi kerawanan harus diantisipasi secara cermat, khususnya masalah daftar pemilih tetap (DPT) yang belum selesai," sambung dia.

Wakil Ketua Umum Kadin ini menuturkan pemilu nanti kembali akan mempertemukan capres Jokowi dan Prabowo dengan cawapres yang berbeda dan memiliki keunggulan yang berbeda juga. Untuk Jokowi, dia sudah membuktikan ke publik bahwa kinerja pemerintahannya sudah memuaskan rakyat.


"Hal ini diperkuat berdasarkan Temuan Survei Indikator Politik Indonesia yang menunjukkan 72 persen responden mengaku sangat atau cukup puas dengan kinerja Jokowi. Selain itu, tingkat kepercayaan pada Jokowi untuk memimpin bangsa ini juga masih tinggi, sebesar 71 persen," tutur Bamsoet.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menyebut sejumlah faktor yang menyebabkan elektabilitas Jokowi terus meningkat, antara lain keberhasilan pembangunan infrastruktur, program prorakyat, dan keberhasilan Asian Games 2018.

Lanjut dia, kesigapan Jokowi dalam penanganan bencana gempa Lombok, terutama kehadirannya yang menyatu dengan para pengungsi, juga menambah simpati rakyat. Sebagai petahana, Jokowi punya kesempatan yang luas untuk bertemu dengan rakyat.

"Wajar bila pada Temuan Survei Indikator Politik Indonesia mengenai elektabilitas Jokowi-Ma'ruf Amin mencapai 57,7 persen, sedangkan Prabowo-Sandi 32,3 persen. Apabila hanya disimulasikan dua nama capres tanpa diikuti cawapres, Jokowi masih lebih unggul 57 persen dibanding Prabowo dengan 31 persen," urai Bamsoet.


Bamsoet senang perolehan suara Partai Golkar bisa naik menjadi 11,4 persen. Selain karena mewujudkan Golkar bersih, kenaikan ini ditengarai juga karena masifnya dukungan Golkar terhadap pencalonan Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Mesin politik Golkar sudah bergerak, terutama kerja-kerja politik para caleg di semua tingkatan. Ditambah lagi dengan mesin relawan yang jumlahnya sangat banyak. Golkar akan tetap di hati rakyat, karena 'Suara Golkar Suara Rakyat'," pungkas Bamsoet.
(idr/idr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed