Dalam keterangan yang diterima detikcom, Ketua Umum DPP Rabithah, Habib Zen bin Umar Sumaith, menyambut langsung kedatangan Sandi, Rabu (26/9/2018). Kepada Sandi, Habib Zen menjelaskan kiprah Rabithah yang selama ini hanya bergerak dan berfokus di bidang pendidikan, sosial, dan dakwah.
Karena fokus sebagai lembaga nonpolitik, Rabithah tidak dalam kapasitas mendukung siapa pun capres ataupun cawapres yang akan bertarung di Pilpres 2019. Namun Habib Zen menyoroti tiga kriteria yang hendaknya dipegang calon pemimpin Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Ma'ruf Amin Kunjungi Ormas Rabithah Alawiyah |
"Pertama jujur, amanah, dan menunaikan janjinya kepada rakyat," ujar Habib Zen di sela-sela kunjungan Sandiaga.
Habin Zen berharap siapa pun yang terpilih sebagai pemimpin tetap memperhatikan kepentingan seluruh umat. Tidak hanya umat Islam, Habib Zen juga meminta agar kalangan nonmuslim tetap mendapat perhatian penuh dari pemerintah. Ini, kata dia, sesuai dengan cita-cita Indonesia sebagai bangsa yang menjunjung prinsip Ketuhanan yang Maha Esa.
Habib Zen juga menekankan capres dan cawapres harus memiliki visi yang jelas dalam memajukan dan menyejahterakan umat serta menjaga keutuhan bangsa. Capres-cawapres juga harus memiliki komitmen untuk menjadikan bangsa ini mandiri.
Selain itu, Habib Zen mengingatkan agar penghormatan kepada ulama dan tokoh agama jadi prioritas oleh calon mana pun yang terpilih nanti. Demikian juga halnya dengan penegakan hukum yang berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat, tanpa pandang bulu.
Pertemuan yang berlangsung secara santai dan penuh senda gurau tersebut diakhiri dengan doa munajat kepada Allah SWT agar pilpres mendatang menghasilkan yang terbaik bagi negeri ini.
Sebelumnya, Rabithah dikunjungi cawapres Ma'ruf Amin pada Jumat (7/9). Kedatangan Ma'ruf juga disambut langsung Habib Zen bin Umar Sumaith.
Habib Zen menegaskan Rabithah menyambut baik kedatangan Sandi maupun Ma'ruf Amin. Tapi terkait pilihan, ormas yang berdiri sejak 1928 itu membebaskan kepada seluruh anggotanya memilih sesuai dengan hati nurani.
"Sesuai khitahnya, Rabithah Alawiyah tidak dalam posisi memberikan dukungan kepada pihak mana pun karena berdiri di atas kepentingan semua umat Islam dan bangsa Indonesia secara umum. Oleh karena itu, kunjungan-kunjungan itu tidak dipandang sebagai bentuk dukungan politik, tetapi harus diartikulasikan sebagai sebuah silaturahmi antarkomponen bangsa," kata Habib Zen.
Habib Zen pun terbuka terhadap pihak mana pun yang ingin bersilaturahmi atas nama semangat persaudaraan sesama anak bangsa.
"Rabithah Alawiyah terbuka bagi siapa saja yang ingin bersilaturahmi. Karena kita semua bersaudara dalam Islam (ukhuwah islamiyah) dan bersaudara dalam kebangsaan (ukhuwah wathoniyah)" ujar Habib Zen. (gbr/nkn)











































