Pengamanan DPR Ekstraketat
Selasa, 16 Agu 2005 09:06 WIB
Jakarta - Menjelang rapat paripurna pembukaan masa sidang ke-4 DPR RI dengan agenda pembacaan pidato kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, pengamanan di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, diperketat.Presiden akan menyampaikan pidato kenegaraan dalam rangka Hari Ulang Tahun Ke-60 Kemerdekaan RI dan menyampaikan pengantar Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan Nota Keuangan Tahun 2006 pada pukul 10.00 WIB, Selasa (16/8/2005).Pengamanan yang ekstraketat ini dimulai di pintu gerbang belakang DPR/MPR di Jalan Gelora, Senayan. Di sini pengamanan dilakukan belasan anggota Polri dan anggota Pengamanan Dalam (Pamdal) DPR/MPR. Sementara di kompleks DPR/MPR, tampak aparat TNI/Polri yang berjalan mondar-mandir membawa senjata laras panjang. Juga terlihat anggota Polri yang berkeliling menunggangi kuda.Pengamanan paling ketat terdapat di sekitar Gedung Nusantara atau gedung kura-kura. Di ruang rapat paripurna Gedung Nusantara inilah Presiden SBY akan menyampaikan pidato kenegaraannya.Di sekeliling ruang rapat paripurna Gedung Nusantarara dijaga puluhan Paspampres, Polisi Militer, dan aparat kepolisian. Pintu utama dan pintu samping ruang rapat paripurna juga telah dipasangi metal detector.Wartawan pun dilarang memasuki ruang sidang. Hanya kameramen dan fotografer yang dizinkan masuk, itu pun mereka dibatasi ruang geraknya di balkon atas. Yang bebas bergerak hanya kameramen dan fotografer dari Setneg dan DPR RI.Para pemburu berita hanya bisa menyaksikan pidato presiden dari televisi yang disediakan panitia di beberapa titik di Gedung DPR/MPR.Menurut bagian pemberitaan Sekretariat Jenderal DPR/MPR, wartawan tidak diizinkan masuk ke ruang paripurna karena keterbatasan ruang. "Balkon atas tidak dibangun cukup kuat. Khawatir nanti ambrol kalau semua wartawan masuk," kata seorang pegawai Setjen DPR/MPR.
(gtp/)











































