DetikNews
Rabu 26 September 2018, 17:32 WIB

Ruhut Sitompul Temani Elite Hanura Lapor Peneror ke Bareskrim

Isal Mawardi - detikNews
Ruhut Sitompul Temani Elite Hanura Lapor Peneror ke Bareskrim Ketua DPP Hanura, Inas Nasrullah Zubir melaporkan ancaman yang diterima ke Bareskrim Polri/Foto: Isal Mawardi-detikcom
Jakarta - Ketua DPP Hanura, Inas Nasrullah Zubir melaporkan ancaman yang diterima ke Bareskrim Polri. Ancaman via whatsApp ini disebut Inas dilakukan orang yang mengaku pendukung Prabowo dari Garda 08.

Inas datang ke gedung Bareskrim Polri, Gambir, bersama Ruhut Sitompul dan pengacaranya, Rabu (26/9/2018).

"Kita laporin ke polisi (Bareskrim Mabes Polri) sebelum terjadi sesuatu," ujar Inas di Bareskrim.





Laporan Inas telah tercatat di Bareskrim Polri dengan nomor laporan LP/B/1195/IX/2018/BARESKRIM tanggal 26 September 2018. Ia juga membawa bukti screenshot percakapannya dengan orang yang menerornya.

Menurut Inas, orang yang melakukan peneror mengaku bernama A Gusparsyah. Inas mengaku ditelepon dengan kata-kata kasar dan nada ancaman sebanyak 22 kali dalam kurun waktu satu jam.

"Kemarin malam (dua hari yang lalu) itu ada seseorang yang mengirim WA dengan satu nomor kemudian saya block. Kemudian dia kirim WA lagi, saya blok lagi, sampai tiga kali. Yang keempat akhirnya saya biarkan WA itu masuk. Kemudian dia telepon saya sampai 22 kali dan ada 3 kali yang saya angkat teleponnya. Dan disitulah ada ancaman. terutama dia bilang, dia adalah pengawalnya Prabowo, dari garda 08," ujar Inas.


"Kemudian, dia mengancam, ingin memukuli saya. Kalau dia mau mukul, buat saya nggak masalah. tapi yang jadi masalah adalah (pelaku bilang) saya pernah makan orang di Ambon dan Poso. (dia mengaku) Alumni Mujahid Poso. Yaa saya meriang. Apa nggak meriang digituin," ujar Inas.

Inas menyebut Gusparsyah terakhir kali mengontaknya dua hari yang lalu. Bahkan, Gusparsyah disebut mengajak Inas berduel.





"(share loc) Daerah utan kayu, matraman. saya langsung lapor sini. Tapi waktu dia minta share loc. saya telepon polisi di BSD. Saya minta polisi share loc untuk lokasi Polsek, lalu dikasih lokasi Polsek. saya kirim ke dia (lokasi polsek) tapi dia tahu 'ini bukan rumah anda, karena IP anda berbeda dengan map'," ujar Inas.

Inas berharap agar kasus ini cepat diselesaikan oleh polisi. Tidak hanya peneror, Inas ingin polisi mengungkap orang dibalik peneror.

"angan ada ancaman-ancaman yang dilakukan oleh elit politik. Jangan sampai ada seperti itu. Saya minta ini diusut tuntas. Nggak mungkin juga dia (inisiatif teror) sendiri," ujar Inas.
(fdn/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed