DetikNews
Rabu 26 September 2018, 17:17 WIB

Berkas Kasus Penipuan Sewa Pesawat Kadin Bandara Soetta Lengkap

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Berkas Kasus Penipuan Sewa Pesawat Kadin Bandara Soetta Lengkap Gedung Polda Metro Jaya/Foto: Ari Saputra
Jakarta - Berkas kasus dugaan penggelapan dan penipuan sewa pesawat dengan tersangka Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bandara Soekarno-Hatta Internasional Airport, Sapto Kashariyanto, dinyatakan lengkap.

"Sudah (lengkap P-21)," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat dimintai konfirmasi, Rabu (26/9/2018).

Argo mengatakan pihaknya segera melalukan pelimpahan tahap dua yaitu tersangka dan barang bukti pada pekan depan.

"Besok Senin rencana diserahkan ke jaksa," ujar dia.




Kasus dugaan penipuan itu bermula saat pelapor bernama Geminiantoro Raharjo melakukan kerja sama dengan Sapto terkait sewa pesawat sekitar 2016 lalu. Pada kesepakatan awal, Sapto meminta uang Rp 1 miliar untuk mengadakan pesawat tersebut.

"Penggelapan terkait sewa pesawat jadi pelapor itu kan sudah Mou dengan tersangka, sew pesawat. Akhirnya dia (sepakat) harga Rp 1 miliar. Kemudian perjanjian dibuat Rp 1 miliar. Setahun perjanjiannya, bulan Oktober 2016 atau 2017 gitu," kata Argo saat dihubungi, Kamis (21/9).

Namun, sampai setahun kemudian, barang yang dipesan tak kunjung datang. Sapto justru meminta uang kembali kepada Geminiantoro sebesar Rp 200 juta.

Karena masa perjanjian sudah habis dan barang tak kunjung datang, Geminiantoro akhirnya melaporkan Sapto ke Polda Metro Jaya. Dia dijerat dengan pasal 372 dan 378 KUHP.

Secara terpisah, kuasa hukum Geminiantoro, Gilbert Marciano Tulaar, mengatakan kliennya merasa ditipu oleh Sapto. Menurut Gilbert, Sapto beberapa kali mencoba meyakinkan kliennya namun pesawat yang dijanjikan tak kunjung datang.

"Pesawat tak kunjung datang. pesawat kargo. Sampai akhirnya klien kami lakukan pelaporan, jangka waktu dua tahun. Pesawat tidak datang. sampai klien kami dibawa ke Manila diyakinkan pesawat ada di Manila. Klien kami terbang ke sana tapi pesawat tidak ada. kemudian dijanjikan akan segera datang, hingga akhirnya klien kami melakukan langkah hukum, untuk lakukan laporan ke Polda Metro Jaya," ujarnya.
(knv/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed