Survei digelar dengan wawancara langsung dalam kurun 1-6 September 2018. Metodologi survei adalah multistage random sampling dengan bertanya kepada warga negara Indonesia yang punya hak pilih dalam pemilu. Margin of error survei sebesar kurang-lebih 2,9% dengan tingkat kepercayaan 95%. Total responden 1.220.
Survei dibacakan Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi di kantornya, Jl Cikini V Nomor 15A, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (26/9/2018). Hasilnya, tagar 2019 ganti presiden tak disetujui 44% responden.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebanyak 60% responden mengetahui tagar tersebut. Sisanya mengaku tak tahu.
Jika dielaborasi ke tingkat persetujuan, sebanyak 44% responden dari yang tahu soal tagar itu tak setuju. Sisanya memilih tidak setuju dan tak tahu.
Berikut ini hasil survei soal tagar 2019 ganti presiden:
Setuju: 36%
Tidak setuju: 44%
Netral: 14%
Tidak tahu atau tidak jawab: 6%
Mardani Ali Sera selaku deklarator 2019 ganti presiden mengaku bahagia atas hasil survei itu. Apa alasannya?
"Kami gembira 60 persen sudah tahu. Dari yang tahu itu 36% suka, 44% itu wajarlah, dan 36% sumbangan dari ganti presiden itu besar. Yang parpol tugasnya Prabowo-Sandi untuk pindah. Yang 36% itu tak melihat siapa capres-cawapres akan memilih Prabowo-Sandi," sebut Mardani.
Saksikan juga video 'Jokowi-Prabowo Berebut Dukungan Yenny Wahid':
(gbr/fdn)











































