DetikNews
Rabu 26 September 2018, 16:59 WIB

Indo Barometer Tunjukkan Publik Puas, Ingin Jokowi Lanjut 2 Periode

Danu Damarjati - detikNews
Indo Barometer Tunjukkan Publik Puas, Ingin Jokowi Lanjut 2 Periode Foto ilustrasi Jokowi dan Prabowo (detiknews)
Jakarta - Enam lembaga survei menunjukkan respondennya puas atas kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Survei terbaru, mayoritas responden Indo Barometer ingin Jokowi melanjutkan dua periode.

Hal ini dipaparkan Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari dalam survei bertajuk 'Peta Politik Nasional Menjelang Pilpres 2019' dalam keterangan pers, Rabu (26/9/2018). Lebih dulu, dia memaparkan enam survei dari lembaga yang berbeda-beda terkait kepuasan publik terhadap Presiden Jokowi-Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK).


Pertama, survei Poltracking pada 27 Januari-3 Februari 2018. Publik yang sangat puas dan cukup puas terhadap kinerja pemerintahan Jokowi-JK sebesar 68,9%. Secara kuantitatif, ini dinilai cukup tinggi karena berada di atas kisaran 50%. Kinerja Jokowi seorang diri dinilai memuaskan oleh 69,0% dan 25,9% kurang puas plus sangat tidak puas. Adapun kinerja JK seorang diri memuaskan 65,6% responden, sedangkan 27,8% kurang puas dan sangat tidak puas.

Kedua, ada lembaga Populi Center yang mengadakan survei pada 7-16 Februari. Sebanyak 63% merasa puas terhadap kinerja pemerintahan Jokowi-JK selama tiga tahun ini. Sementara itu, yang kurang puas sebesar 34,1%.


Ketiga, survei Indikator pada 25-31 Maret 2018. Sebesar 14,8% responden pada saat itu menyatakan sangat puas dan 56,5% cukup puas terhadap kinerja Jokowi. Jadi secara keseluruhan, 71,3% pemilih sangat puas dan puas terhadap kinerja Jokowi.

Keempat, Litbang Kompas mengadakan survei pada 21 Maret-1 April 2018. Hasilnya, 72,2% puas dan 27,8% tidak puas terhadap kinerja Jokowi. Ini meningkat dari April tahun lalu, yakni 63,1% puas dan 36,9% tidak puas.


Kelima, survei Charta Politika pada 13-19 April. Saat responden ditanya soal kinerja Jokowi, responden yang sangat puas dan cukup puas sebanyak 68,2%. Sedangkan yang kurang puas dan tidak puas sebesar 28,6%.

Akhirnya Qodari memaparkan hasil survei lembaga sendiri. Survei Indo Barometer digelar pada 15-22 April 2018. Metode yang digunakan adalah multistage random sampling dengan 1.200 responden. Margin of error sebesar kurang-lebih 2,83% pada tingkat kepercayaan 95%. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara tatap muka responden menggunakan kuesioner. Responden survei adalah warga negara Indonesia yang sudah mempunyai hak pilih berdasarkan peraturan yang berlaku, yaitu warga yang minimal berusia 17 tahun atau lebih atau sudah menikah pada saat survei dilakukan.

Hasilnya, responden yang cukup puas dan sangat puas atas kinerja Jokowi sebesar 68,6%. Responden yang kurang puas dan tidak puas sama sekali berjumlah 29,4%.


Kepuasan terhadap kinerja JK secara umum sebesar 61,2%. Sedangkan masyarakat yang menyatakan kurang puas/tidak puas sama sekali sebesar 34,8%.

Pelbagai alasan kepuasan terhadap Jokowi-JK dikemukakan, yakni Jokowi-JK dinilai berhasil meningkatkan pembangunan infrastruktur 29,7%, banyak pencapaian 18,1%, bantuan bagi rakyat kecil 13,8%, kinerjanya bagus 8,7%, kebijakannya tegas 5,0%, dan pembangunan daerah terpencil 4,6%.

Alasan ketidakpuasannya antara lain harga sembako belum stabil 19,1%, lapangan pekerjaan masih terbatas 12,3%, banyak tenaga kerja Cina 10,3%, kemiskinan dan kesenjangan 8,0%, masih banyak korupsi 6,9%, serta kurang berwibawa 5,3%.

Saat responden ditanya apakah menginginkan Jokowi kembali menjadi presiden atau tidak, berikut ini jawabannya:
- Ya, menginginkan kembali: 55,5%
- Tidak menginginkan kembali: 30,2%
- Tidak tahu/tidak jawab: 14,3%

Indo Barometer juga mengamati tren kepuasan terhadap Jokowi dari hasil survei yang mereka lakukan sejak 2015 hingga 2018. Berangkat dari Maret 2015, kepuasan sebesar 57,5%. Kepuasan sempat mencapai titik nadir pada September 2015, yakni jatuh ke level 46,0%. Kepuasan terus meningkat hingga November 2017 mencapai 67,2%, sempat turun ke level 60,4% pada Januari 2018, hingga naik kembali pada 68,6% pada April 2018. Grafik naik-turunnya kepuasan berlawanan dengan naik turunnya ketidakpuasan terhadap Jokowi. Bila kepuasan naik, ketidakpuasan turun. Namun, bila kepuasan turun, ketidakpuasan naik. Ketidakpuasan tertinggi terhadap Jokowi tercatat pada September 2015, yakni sebesar 51,1%. Pada April 2018, tingkat ketidakpuasan mencapai 29,4%.
(dnu/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed