DetikNews
Rabu 26 September 2018, 15:52 WIB

Masyarakat Anti Fitnah Datangi PDIP, Bahas Penyebaran Hoax Politik

Ahmad Bil Wahid - detikNews
Masyarakat Anti Fitnah Datangi PDIP, Bahas Penyebaran Hoax Politik Foto: Ahmad Bil Wahid/detikcom
Jakarta - Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) menemui pengurus PDIP. Mereka membahas penyebaran hoax, khususnya yang terkait isu politik.

Pertemuan itu dilakukan di kantor DPP PDIP Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat. Mafindo disambut Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto serta beberapa kader partai.

"Ini merupakan hal positif apalagi Mafindo punya rencana untuk mengunjungi seluruh partai politik, dan menurut saya pasang calon presiden dan wakil presiden juga bagus untuk dikunjungi, termasuk ke berbagai kalangan, untuk menjelaskan bahwa fitnah hoax bisa menjadi hal yang merusak peradaban kita," kata Hasto dalam pertemuan itu, Rabu (26/9/2018).



Hasto juga menyatakan partainya tak akan mengambil keuntungan dari hoax yang tersebar selama masa kampanye. Mereka menganggap cara itu sebagai cara yang tak beradab.

"PDIP tidak akan mengambil keuntungan dari hoax tersebut, dari fitnah, ujaran kebencian, kami juga tidak akan playing victim untuk dibelaskasihani karena kami berpolitik itu melalui cara-cara yang berkeadaban, yang positif untuk rakyat," ujarnya.

Dalam pertemuan itu, Mafindo menjelaskan pekerjaan mereka lebih banyak di dunia maya. Mereka punya situs yang membedakan fakta dan hoax.

"Apa yang dilakukan Mafindo adalah kita mengedepankan tools untuk bisa cek fakta, kemudian ada program yang bisa digunakan dan program itu didesign dan dibangun oleh teman-teman Mafindo. Bisa digunakan secara free sehingga semua bisa digunakan untuk mengecek apakah informasi yang diterima itu adalah informasi murni, asli, atau sebetulnya informasi yang sudah di rekayasa," kata perwakilan Mafindo, Ratih Ibrahim.

Mereka juga menampilkan sejumlah hoax yang sempat menyerang PDIP. Di antara kabar palsu itu, ada soal kerja sama PDIP dengan partai komunis China dan baliho PDIP di Padang.

"Hoax itu ada yang sifatnya hoax politik, kesehatan, ekonomi, dan macam-macam. Banyak sekali. Hate speech, fitnah, juga bisa diklarifikasi. Jadi kalau ditanya siapa korbannya, bagaimana yang sudah dijelaskan tadi semua pihak bisa menjadi korban sekaligus melakukan menyebarkan hoax kita juga melakukan bersama-sama. Harapannya adalah seluruh masyarakat Indonesia, lebih cerdas meningkatkan daya literasinya dan sungguh mampu untuk menahan diri supaya tidak menyebarkan hoax," tuturnya.


Saksikan juga video 'Cara Google Antisipasi Berita Hoax Jelang Kampanye':

[Gambas:Video 20detik]


(abw/nkn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed