Jadi Bulan-bulanan Aparat

Prostitusi ABG Tepian Jalan (2)

Jadi Bulan-bulanan Aparat

- detikNews
Selasa, 16 Agu 2005 08:24 WIB
Jakarta - Menjadi seorang pekerja seks komersil (PSK) memang telah menjadi pilihan sadar. Begitu juga dengan risiko yang harus dihadapi mereka. Mereka sadar betul apa yang akan mereka hadapi saat mulai terjun ke kehidupan esek-esek di tepian jalan.Bagi mereka sudah terbiasa, jika ada mata memandang sinis atau jijik saat melancarkan rayuan kepada lelaki yang kebetulan atau sengaja lewat di depan mereka. Namun, para PSK ABG paling takut jika harus menghadapi risiko terkena garukan oleh anggota keamanan dan ketertiban (tramtib) ataupun aparat polisi yang tengah menggelar operasi penyakit masyarakat (Pekat).Mereka sangat ketakutan dengan ulah para anggota trantib yang sering berbuat tak senonoh terhadap 'barang tangkapannya'. Tak jarang ada oknum anggota trantib yang mengerjai mereka seperti binatang. "Kalau cuma pegang-pegang aja sih gak apa-apa lah. Pernah gue ditelanjangin terus dimainin mereka. Yah, gue cuma bisa nangis," kata Rani mengenang kejadian yang dialaminya. Ketika itu bernasib apel, terkena garukan saat mangkal di bilangan Hayam Wuruk, Jakarta Barat. Entah kenapa, dia dibawa terpisah dari rekan-rekannya. Dia dibawa ke sebuah mobil kijang pick up yang memang ada penutup atasnya. Di atas mobil pick up itu, telah ada sekitar lima orang petugas trantib.Nah di atas mobil itu lah dia menjadi bulan-bulanan. Hampir seluruh bagian tubuhnya digerayangi oleh sejumlah petugas trantib. Saat mobil pick up berhenti di sebuah tempat namun tidak ingat saat itu berada dimana, Rani berpikir penderitaannya akan selesai.Namun perkiraannya itu salah. Ternyata petugas itu memindahkannya ke sebuah mobil lagi. Dengan mata tertutup dan tangan terikat Rani ditelanjangi dan dipaksa "main" oleh orang yang berada dalam mobil itu. Tapi dia tidak ingat, apakah itu petugas trantib atau bukan, karena matanya tertutup.Ia hanya tahu sebuah pisau ditempelkan ke lehernya agar dia tidak berteriak minta tolong. Di dalam mobil itu lah dia kerjai habis dan dipaksa melayani nafsu lelaki yang berada di mobil itu. Dia baru sadar ketika pada subuh hari diturunkan di jalan tol Jakarta-Merak.Cerita Rani, agak berbeda dengan yang dialami Yuni. Yuni mengaku paling hanya dipegang-pegang saja oleh petugas dan dipaksa memegang kemaluan (maaf-red) sejumlah anggota tramtib di dalam truk. "Yah, anggap aja kita kerja sosial buat mereka lah. Daripada dibentak-bentak dan dihina kayak binatang atau malah ditendang-tendang," kilah Yuni.Kendati demikian, ada juga anggota tramtib yang baik dan menasehati para PSK pemula itu. "Tapi lebih banyak yang galak dan jahat daripada yang baik," ujar Yuni.Seringkali juga para PSK ini menjadi lahan bisnis para anggota tramtib ini. Jika memang para PSK itu punya uang yang cukup, maka mereka tidak perlu dibawa ke panti sosial. Setelah memberikan uang antara Rp 500 ribu hingga Rp 700 ribu mereka bisa dilepaskan.Trik Hindari GarukanMenghadapi ancaman garukan oleh aparat dan petugas trantib, para pramunikmat tepian jalan ini punya trik dan cara tersendiri untuk menghadapinya. Tak jarang mereka punya mata-mata yang bisa memantau pergerakan petugas tramtib yang mau masuk ke tempat mangkal mereka.Mereka bisa menggunakan jasa tukang rokok yang memang mangkal di sudut jalan tertentu yang dapat dengan mudah memantau pergerakan para petugas tramtib. Namun cara ini kadang tak manjur, karena tak jarang 'intel' yang mereka pasang terkadang lengah ketika petugas tramtib menggerebek mereka.Tak cuma itu saja cara yang dilakukan mereka menghadapi petugas tramtib. Para pramunikmat tepian jalan ini memanfaatkan jasa 'pengantar' yang setia menunggui mereka saat pasang aksi di pinggir jalan. Sang pengantar pun akan siap dan tetap waspada. Jika ada ada garukan, mereka langsung menghidupkan motor, lalu tancap gas membawa 'kliennya' itu kabur.Keberadaan para pengantar ini sangat membantu para PSK itu. Selain, untuk keselamatan dari ulah pria kesepian bermodal cekak, mereka juga membantu mengantar dan menjemput ketika pindah lokasi mangkal. Bagi para 'tukang antar' pekerjaan seperti ini cukup mengasyikan. Selain mendapat bayaran, mereka juga terkadang mendapat layanan seks gratis dari PSK itu. (gtp/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads