DetikNews
Rabu 26 September 2018, 14:30 WIB

Sidang Eksepsi, Bos Abu Tours Sebut Dakwaan Jaksa Salah Alamat

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Sidang Eksepsi, Bos Abu Tours Sebut Dakwaan Jaksa Salah Alamat Foto: Abu Hamzah (ibnu/detikcom)
Makassar - Sidang perkara pidana penggelapan dan pencucian uang dengan terdakwa Hamzah Mamba selaku bos dari Abu Tours digelar dengan agenda eksepsi. Dalam eksepsinya, dakwaan jaksa dianggap salah alamat.

Sidang ini digelar di Pengadilan Negeri (PN) Makassar, Jalan Kartini, Makassar, Rabu (26/9/2018), dan juga dihadiri oleh belasan jemaah Abu Tours, kompak dengan mengenakan baju seragam berwarna hijau.

Hamzah Mamba yang duduk di kursi terdakwa kembali mendapatkan sorakan dari para pengunjung. "Huuuuuu..huuuuu....perampok," teriak jemaah secara bersamaan. Dia hanya tetap terdiam mendengar ucapan itu.

Ketua Majelis sidang, Denny Lunban Tobing membuka sidang dan mempersilahkan panasehat hukum Hamzah Mamba, Hendro Saryanto membacakan eksepsinya. Hendro mengatakan perkara pidana yang dialamatkan kliennya salah secara hukum.

"Jaksa penuntut umum salah menerapkan hukum," kata Hendro.

Dijelaskannya, para pihak yang berperkara adalah a quo adala Abu Tours dan jemaah umrah. Dalam perkara a quo ini, ada kesepakatan antara Abu Tours dan jemaah umrah soal jual beli paket umrah.

Kesepatakan ini menimbulkan sebab akibat dalam hukum dan dalam perkara a quo ini, obyek tertentu yang dimaksud adalah perjalanan umrah. Karena tidak memberatkan jemaahnya, maka tindakan dari Abu Tours adalah wanprestasi.

"Wanprestasi ada dalam hukum perdata dan bukan dalam pidana. Karena perdata, maka segata penahanan dan penyitaan yang dilakukan harus batal demi hukum," kata dia.

Selanjutnya, Hendro menyebut dakwan jaksa error in persona. Abu Tours adalah subjek hukum yang memiliki hak dan kewajiban hukum dan merupakan hubungan keperdataan dengan para jemaah umrah. Namun, dalam dakwaanya jaksa mendakwa Hamzah Mamba dalam kapasitas pribadi.

"Maka jelas yang seharusnya bertanggungjawab dalam perkara a quo adalah Abu Tours, bukan terdakwa pribadi. Oleh karena itu, dakwaan jakisa harusnya dinyatakan error in persona," ujarnya.

Ketidakcermatan jaksa dalam surat dakwaanya juga disoroti oleh tim dari Hamzah Mamba. Dikatakannya, jaksa tidak secara jelas menyebut pelanggaran yang dilakukan oleh kliennya berdaasarkan peraturan Menteri Agama. Jika mengacu pada keputusan Menteri Agama Nomor 221 tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah, maka jaksa dianggap memberlakukan aturan retroaktif (aturan berlaku surut). Hal ini dikarenakan aturan tersebut baru ditetapkan pada 13 April 2018.

"Dengan kata lain, pada saat Abu Tours menetapkan harga promo, Kementerian Agama RI belum menetapkan standar harga," terangnya.

Atas eksepsi dari Hamzah Mamba ini, pihak jaksa meminta waktu seminggu untuk memberi tanggapan atas eksekpsi terdakwa. Rencananya, sidang kembali akan digelar di PN Makassar pada 3 Oktober 2018 mendatang.


Simak Juga 'Para Korban Abu Tours Unjuk Rasa di Kementerian Agama':

[Gambas:Video 20detik]


(fiq/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed