Israel Mundur dari Jalur Gaza
Selasa, 16 Agu 2005 07:00 WIB
Jakarta - Hujan tangis terjadi di pemukiman Yahudi di Jalur Gaza, Palestina. Senin (15/8/2005) waktu setempat adalah hari pertama pelaksanaan kebijakan disengagement atau penarikan mundur Israel mundur dari Jalur Gaza setelah bercokol di kawasan ini selama 38 tahun.Dilaporkan kantor berita The Associated Press Writer, Selasa (16/8/2005), polisi dan tentara menunggu dengan sabar di matahari panas terik dan menghindari konfrontasi.Di satu tempat, seorang penghuni tersedu-sedu meminta dengan sangat kepada seorang jenderal untuk tidak mengusirnya sebelum dua orang laki-laki itu berpelukaanPerdana Menteri Israel Ariel Sharon, dalam di pidato yang ditayangkan televisi, menyatakan penarikan diri dari Jalur Gaza adalah langkah yang menyakitkan, baik untuk bangsa maupun bagi dia sendiri, tetapi esensial bagi masa depan Israel.Sharon, yang wajahnya terlihat muram, menyatakan sekarang terserah kepada orang Palestina menangani kelompok garis keras dan menghentikan kekerasan. "Ke tangan yang diulurkan kami akan menjawab dengan cabang zaitun," katanya.Dalam tiga minggu mendatang, Israel bermaksud membongkar 21 pemukiman Yahudi di Jalur Gaza dan empat di utara Tepi Barat. Langkah ini menandai sikap Israel untuk memenuhi permintaan Palestina atas wilayah yang akan menjadi negara Palestina ini.
(gtp/)











































