DetikNews
Rabu 26 September 2018, 10:05 WIB

Drama Bertetangga di Indonesia dan Kisah Belanda Satu Abad Silam

Andi Saputra - detikNews
Drama Bertetangga di Indonesia dan Kisah Belanda Satu Abad Silam Ilustrasi (dok.detikcom)
Bandung - Drama bertetangga di Indonesia beberapa waktu terakhir terus bergulir. Dari diblokade total, diblokir hingga dipersempit jalan akses masuk. Seratus tahun lalu, Belanda sudah mengalami hal serupa.

Berikut ringkasan kasus yang dikutip detikcom, Rabu (26/9/2018), dari berbagai literatur hukum:

Belanda, 1910
Saluran pipa air ledeng di sebuah gedung di Zutphen, Belanda bocor. Saluran air itu berada di unit de Vries. Bocoran air itu mengucur ke unit bawah yang dijadikan gudang kulit. Akibatnya, kulit milik Nijhof rusak. Kasus ini pun bergulir ke pengadilan.

10 Juni 1910
Hoge Raad memutuskan de Vries tidak bersalah karena tidak ada UU yang dilanggarnya. 'Pasif' bukan dianggap sebagai perbuatan melawan hukum.

Belanda, 1918
Terjadi sengketa dua perusahaan percetakan, Lindenbaum vs Cohen. Mereka saling bersaing secara hebat. Cohan membujuk karyawan Linbenbaum 'membocorkan' rahasia perusahaannya.

13 Januari 1919
Majelis hakim Hoge Raad (Mahkamah Agung-red) menyatakan perbuatan Cohan merupakan perbuatan melawan hukum. MA setempat meluaskan makna perbuatan melawan hukum (yang sebelumnya digunakan dalam kasus pipa ledeng bocor).

Hoge Raad menyatakan termasuk perbuatan melawan hukum setiap perbuatan (atau tidak berbuat) yang melanggar hak subjektif orang lain, atau bertentangan dengan kewajiban hukum si pelaku, atau bertentangan dengan tata susila, kepatutan, ketelitian dan sikap hati-hati, yang seharusnya dimiliki seseorang dalam pergaulan dengan sesama warga masyarakat atau terhadap harta benda orang lain.

Orang yang karena kesalahannya menyebabkan kerugian bagi orang lain wajib mengganti kerugian itu.

Aturan-aturan di atas sampai ke Indonesia, seiring penjajahan Belanda di Nusantara dan menjadi Pasal 1365 KUHPerdata.

Indonesia, 2018
Drama bertetangga dari hal sepele terus menghiasi media belakangan ini. Kasus ini tersebar dari Makassar, Bandung hingga Jombang.

Di Makassar, akses jalan masuk ke rumah Pak RW Sudirman dipersempit oleh tetangganya. Sementara itu, di Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, Pak Kadus, Sucipto membangun toko di tengah jalan Desa Batu Winangun, Lubuk Raja.

Di Ujung Berung, Bandung, rumah Pak Eko ditutup jalan aksesnya oleh tetangga. Setelah menjadi isu nasional, tetangganya membongkar bangunan yang menutup jalan ke rumah Pak Eko dan diberi jalan 1 meter.

Di Jombang, akses keluar rumah Siti Khotijah ditutup pagar tembok setinggi 2 meter. Terpaksa lah ia membobol rumah kakaknya untuk keluar masuk rumah.

Mengapa jalan ke rumah Khatijah diblokir?

"Saat itu kakak saya cuci mobil di depan rumahnya, airnya mengalir ke sini (depan rumah Khotijah). Pak Seger marah-marah karena jalan menuju ke rumahnya becek," kata Khotijah.




Tonton juga 'Kacau! Akses Rumah Ditutup Tembok Tetangga':

[Gambas:Video 20detik]


(asp/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed