DetikNews
Rabu 26 September 2018, 09:20 WIB

Promo Prabowo-Sandi di Seminar, Zulhas Dinilai Nodai Mimbar Akademik

Jabbar Ramdhani - detikNews
Promo Prabowo-Sandi di Seminar, Zulhas Dinilai Nodai Mimbar Akademik Sandiaga saat mengisi seminar di Purwokerto (Foto: Arbi Anugrah/detikcom)
Jakarta - Ketua MPR Zulkifli Hasan disoraki mahasiswa saat mempromosikan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di acara seminar kebangsaan dan kuliah umum Universitas Muhammadyah Purwokerto (UMP). Zulkifli disoraki setiap kali dalam pidatonya keluar dari tema acara.

Pemerhati pendidikan Doni Koesoema menilai kuliah umum merupakan acara akademis yang erat dengan telaah kritis. Sehingga semestinya tak ada unsur kampanye di dalamnya.


"Kalau ini kuliah umum, acara akademis, maka telaahnya harus akademis. Tapi kalau kuliah umum ada kampanye, itu sudah dinodai. Kan semestinya politisi mengajarkan mahasiswa analisis, situasi pemetaan bangsa, gitu, Kalau itu yang dilakukan, nggak apa-apa," ujar Doni saat dihubungi, Selasa (25/9/2018) malam.

Doni mengatakan pada dasarnya politik bukan hal tabu untuk dibicarakan di kampus. Mahasiswa justru harus melek politik. Namun, politik harus dibincangkan secara argumentatif. Sementara kampanye tidak mengandung unsur dialogis.


"Kampus itu tempat akademik. Jadi siapapun calon presiden boleh bicara apa tantangan bangsa, krisis bangsa, apa saja yang bisa dilakukan mahasiswa. Harus ada level akademiknya. Kalau kampus jadi ajang kampanye yang isinya slogan-slogan, itu kurang tepat," ujar dia.

"Harus hargai otonomi kampus. Dan kemudian, nasihat saya untuk capres-cawapres untuk hargai mimbar akademik seperti kita menghargai kemampuan intelektual warga negara kita. Jadi jangan dilecehkan dengan slogan-slogan yang tidak argumentatif dan itu tidak edukatif," sambung dosen Universitas Multimedia Nusantara (UMN) ini.

Doni mengatakan sebetulnya pasangan capres-cawapres sah saja bicara politik di depan mahasiswa. Hanya saja hal itu mesti disertai pemaparan program-program kerja yang bisa dibahas untuk kepentingan rakyat Indonesia.


Dia juga menganggap tema 'Masa Depan Ekonomi Pancasila dan Tantangan Startup Wirausaha di Era Generasi Millenial' yang diangkat dalam acara tersebut menarik. Dan Sandiaga bisa saja bicara soal pengalamannya sebagai pengusaha kepada mahasiswa.

"Temanya menarik. Jadi mestinya ditinjau dari segi keilmuannya. Kan kalau Sandi entrepreneur tuh, jadi dia bicara pengalamannya saja. Nggak apa-apa. Kalau dia bicara pilihlah saya dengan program saya begini, begini, begini, kemudian jargon-jargon. Itu nggak tepat," tutur Doni.

Sebelumnya diberitakan, Zulkifli, yang juga Ketum PAN, disoraki saat mengisi seminar kebangsaan di Hotel Karlita, Purwokerto, Jawa Tengah, Selasa (25/9). Dalam seminar itu, hadir ribuan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP).


Setidaknya ada tiga kali sorakan dari mahasiswa kepada Zulkifli. Sorakan tersebut bernada negatif. Pada kesempatan itu, turut hadir Sandiaga, yang merupakan cawapres Prabowo Subianto pada Pilpres 2019. PAN membela Zulkifli.

"Mahasiswa dalam berbagai kesempatan biasa menunjukkan ekspresinya. Saya kira ekspresi itu bisa juga ditafsirkan sebagai ekspresi rasa suka dan senang. Tidak perlu dipersoalkan terlalu berlebihan," ujar Wasekjen PAN Saleh Partaonan Daulay.
(jbr/ibh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed