DetikNews
Selasa 25 September 2018, 21:19 WIB

Ke DPR, BPK Lapor Audit Pelindo II yang Rugikan Negara

Akfa Nasrulhaq - detikNews
Ke DPR, BPK Lapor Audit Pelindo II yang Rugikan Negara Foto: Dok. DPR
Jakarta - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melaporkan hasil investigasi terhadap PT Pelindo II kepada pimpinan DPR. Dari laporan tersebut, disimpulkan adanya penyimpangan atas pembangunan Terminal Peti Kemas Kalibaru Utara tahap I Pelabuhan Tanjung Priok, serta sarana dan prasarana pendukung lainnya pada PT Pelindo II (Persero) dan instansi terkait lainnya.

Penyimpangan tersebut menyebabkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 335,59 miliar dan USD 46.530.450 (ekuivalen Rp 697,16 miliar) dengan total keseluruhan Rp 1,032 triliun. Selain itu, ditemukan potensi kerugian keuangan negara sebesar Rp 440,211 miliar.

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengungkapkan kasus ini akan segera dibawa ke rapat paripurna dan untuk kemudian ditindaklanjuti oleh pihak berwenang.

"Laporan hasil investigatif ini saya terima secara resmi dari BPK. Selanjutnya, akan dibawa ke rapat paripurna DPR RI untuk diserahkan kepada Pansus Pelindo II. Pansus Pelindo II nantinya akan menyerahkan laporan hasil investigatif BPK kepada para penegak hukum, seperti KPK, kepolisian, maupun kejaksaan," ujar Bamsoet dalam keterangan tertulis, Selasa (25/9/2018).


Hal itu disampaikannya setelah menerima Ketua BPK dan jajarannya di ruang kerja Ketua DPR RI, Jakarta, Selasa (25/9/2018). Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua BPK RI Moermahadi Soerja Djanegara, anggota BPK RI Eddy Mulyadi Soepardi, Auditor Utama Investigasi BPK RI I Nyoman Wara, Sekretaris Jenderal BPK RI Bahtiar Arif, Ketua Pansus Pelindo II Rieke Diah Pitaloka, dan anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Robert Kardinal.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menyampaikan berbagai penyimpangan yang ditemukan BPK. Pertama, penyimpangan dalam penganggaran, yaitu tidak adanya sinkronisasi Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) dan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP). Kedua, penyimpangan dalam perencanaan berupa pekerjaan survei investigasi dan desain oleh PT LAPI ITB. Ketiga, penyimpangan dalam pekerjaan redesign oleh PT LAPI ITB.

"Keempat, penyimpangan dalam pelaksanaan pekerjaan pembangunan Terminal Peti Kemas Kalibaru Utara tahap I Pelabuhan Tanjung Priok oleh PT Pembangunan Perumahan. Kelima, penyimpangan dalam pengawasan atas pekerjaan jasa konsultan supervisi pembangunan Terminal Peti Kemas Kalibaru Utara Tahap I oleh PT Haskoning Indonesia. Keenam, penyimpangan dalam pekerjaan pembangunan gardu induk 150 kV oleh PT Hutama Karya," papar Bamsoet.

Mantan Ketua Komisi III DPR RI ini berharap laporan investigatif BPK tersebut tidak hanya menjadi tumpukan buku. Laporan investigatif BPK harus segera ditindaklanjuti, sehingga ada kepastian dan penegakan hukum.

"KPK, kepolisian, maupun kejaksaan harus menindaklanjuti dengan serius berbagai temuan penyimpangan yang diperoleh oleh BPK. Laporan investigatif ini juga bisa dijadikan pintu masuk bagi penegak hukum untuk membersihkan BUMN dari praktik KKN," tandas Bamsoet.


Sebelumnya, dalam kurun waktu tahun 2017-2018, BPK juga telah menyerahkan tiga Hasil Pemeriksaan Investigatif lainnya menyangkut PT Pelindo II. Pertama, perpanjangan kerja sama usaha dengan PT Jakarta International Container Terminal (JICT) dengan indikasi kerugian keuangan negara pada PT Pelindo II sebesar Rp 4,08 triliun.

Kedua, perpanjangan kerja sama operasi Terminal Peti Kemas Koja dengan indikasi kerugian keuangan negara pada PT Pelindo II minimal sebesar USD 139,06 juta ekuivalen Rp 1,86 triliun. Ketiga, pembiayaan pembangunan Terminal Kalibaru dengan indikasi kerugian negara pada PT Pelindo II sebesar USD 54,75 ekuivalen Rp 741,75 miliar.

"Jika ditotal dengan laporan investigatif terakhir yang baru disampaikan, total indikasi kerugian negara secara keseluruhan mencapai Rp 8,18 triliun. Ini bukan jumlah yang kecil. KPK, kepolisian, maupun kejaksaan harus serius menangani ini. Jika tidak, rakyat yang akan menuntut pertanggungjawaban," pungkas Bamsoet.
(idr/idr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed