DetikNews
Selasa 25 September 2018, 18:12 WIB

Relawan Prabowo Temui KPU, Sebut Projo-GoJo Provokasi Kampanye Damai

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Relawan Prabowo Temui KPU, Sebut Projo-GoJo Provokasi Kampanye Damai Gedung KPU (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta - Relawan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang tergabung dalam Jaringan Relawan Prabowo-Sandi (Jarpas) menemui KPU. Relawan melaporkan dugaan provokasi yang dilakukan sejumlah relawan Jokowi-Ma'ruf Amin saat deklarasi kampanye damai.

Pertemuan Jarpas, yang diwakili Sekretaris Nasional Soni Sumarsono, Ketua Advokasi Andi Yusuf, M Arifin Lubis, dan Alberth Sahuleka, dengan KPU berlangsung pada Selasa (25/9/2018). KPU diwakili Kabag Humas KPU Robi Leo.


Soni Sumarsono mengatakan provokasi Projo-GoJo dilakukan dengan mengibarkan bendera saat karnaval kampanye damai. Tindakan itu disebut melanggar kesepakatan KPU.

"Jarpas mendesak KPU dan Bawaslu bersikap tegas dan memberikan respons yang bisa menjadi pegangan bersama terhadap pelanggaran oleh pihak-pihak yang tidak taat aturan yang ditetapkan," kata Soni.


Berikut ini pernyataan sikap Jarpas setelah bertemu dengan KPU terkait deklarasi kampanye damai di Monas pada 23 September 2018:

1. Seperti kita ketahui bersama, sekelompok pendukung dengan atribut 'Projo', 'GoJo', dan sejumlah partai pendukung Jokowi-Ma'ruf Amin mendominasi area kampanye damai dengan atribut dan simbol-simbol dukungan relawan dan partai yang terkesan sudah disiapkan dan dimobilisasi sebelumnya. Mereka seolah dengan sengaja telah menskenariokan provokasi dan persekusi dengan mendominasi simbol-simbol di area lokasi terhadap relawan dan partai pendukung Prabowo-Sandi, yang sebagaimana edaran KPU hanya menggunakan simbol dan atribut seadanya yang disediakan KPU.

2. Sekali lagi, kami sangat menyesalkan perilaku tidak elok dan provokatif yang dilakukan oleh relawan dengan atribut 'Projo' dan 'GoJo' saat pencanangan kampanye damai di kompleks tugu Monas, Jakarta, Minggu, 23 September 2018.

3. Kondisi ini tentu paradoks dengan semangat membangun situasi kondusif untuk mendinginkan suhu politik yang kian memanas menjelang Pemilu 2019 dengan kampanye damai. Yang terjadi justru kelompok dengan atribut Projo dan GoJo di awal sudah melakukan aksi yang potensial memicu gesekan.

4. Dalam edaran kampanye damai yang diatur oleh KPU dan disosialisasikan ke semua perwakilan partai politik peserta pemilu bahwa peserta karnaval yang meliputi partai peserta pemilu menggunakan pakaian adat dan menggunakan atribut partai yang telah disediakan oleh KPU. Tetapi realitas di lapangan banyak atribut yang disiapkan dan dimobilisasi relawan dan partai pendukung Jokowi di seputar lokasi yang dilalui oleh rombongan peserta karnaval damai.

5. Terhadap hal di atas, hingga saat ini KPU dan Bawaslu belum memberikan respons yang mencerminkan rasa keadilan dan terkesan buying time, membiarkan begitu saja pelanggaran dalam kampanye damai lalu sehingga isunya berlalu dan tenggelam oleh masalah lain. Sikap yang jelas dari penyelenggara setiap muncul pelanggaran adalah mutlak diperlukan untuk dijadikan pegangan sehingga tidak menjadi preseden.

6. Jarpas mendesak KPU dan Bawaslu bersikap tegas dan memberikan respons yang bisa menjadi pegangan bersama terhadap pelanggaran oleh pihak-pihak yang tidak taat aturan yang ditetapkan. Ini tentu menjadi catatan yang serius untuk KPU dan Bawaslu ke depannya untuk tetap bersikap tegas dan netral.



Tonton juga 'Calegnya Dukung Prabowo-Sandi, Pihak Golkar Santai':

[Gambas:Video 20detik]


(gbr/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed