DetikNews
Selasa 25 September 2018, 09:52 WIB

Laporan Dari New York

Di Forum PBB, JK Ungkap 5 Strategi Ciptakan Iklim Ekonomi Kondusif

Rina Atriana - detikNews
Di Forum PBB, JK Ungkap 5 Strategi Ciptakan Iklim Ekonomi Kondusif Foto: Wapres JK di Ecosoc Chamber, Markas Besar PBB, New York, AS. (Setwapres)
New York - Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) berkesempatan bicara di forum yang membahas tujuan pembangunan berkelanjutan atau sustainable development goals (SDGs) bersama Dewan Ekonomi dan Sosial PBB (Ecosoc). JK mengungkap 5 strategi Indonesia dalam menciptakan iklim ekonomi yang kondusif.

JK memulai pernyataannya dengan menyinggung keadaan ekonomi terbaru Indonesia saat banyak modal asing keluar dan rupiah mengalami depresiasi. Menurutnya, kondisi tersebut bisa membuat dampak kurang bagus untuk perkembangan ekonomi negara berkembang ke depan.

"Kondisi seperti itu tidak hanya berpengaruh negatif terhadap prospek pertumbuhan negara-negara ini, tetapi juga agenda pembangunan jangka panjang mereka," kata JK dalam forum Ecosoc di Ecosoc Chamber, Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikana, Selasa (24/9/2018).

"Kesenjangan pendanaan untuk mencapai SDGs sangat besar. Kita harus menemukan cara untuk mempersempit celah yang semakin berkembang ini. Untuk sebagian besar negara berkembang, mengandalkan anggaran publik saja tidak akan cukup, termasuk di Indonesia," jelasnya.


JK menjelaskan soal dana US$ 460 miliar yang dibutuhkan Indonesia untuk membiayai proyek infrastruktur periode 2015-2019. Dana itu diupayakan diperoleh dari berbagai sumber, publik-swasta, domestik-internasional.

"Untuk mencapai target SDG tepat waktu, kita harus memastikan bahwa semua anggota dan semua lembaga yang relevan memainkan perannya dalam menghindari tindakan yang menghambat perdagangan dan investasi bebas dan adil," papar JK.


Berikut 5 strategi Indonesia untuk menciptakan iklim ekonomi yang kondusif seperti yang dikemukakan JK:

1. Indonesia sedang melakukan langkah-langkah moneter dan fiskal yang cepat tanggap. Ditujukan untuk mempromosikan ketahanan dan pertumbuhan ekonomi bersama.

2. Meningkatkan partisipasi investor domestik dan asing. Indonesia menempatkan kebijakan dan kerangka hukum yang diperlukan. Misalnya, peraturan presiden dikeluarkan untuk menjamin tingkat pengembalian tetap bagi investor.

Kemitraan Pemerintah Swasta juga dipromosikan melalui skema pembiayaan investasi infrastruktur non-negara anggaran, atau PINA. Skema tersebut saat ini sedang dikembangkan untuk mendanai sebagian besar proyek infrastruktur kami.

3. Meningkatkan kemudahan berbisnis di Indonesia, kami telah mempertahankan upaya untuk lebih meningkatkan kinerja birokrasi Pemerintah. Ini termasuk perjuangan kami yang berkelanjutan melawan korupsi dan proses birokrasi yang lebih baik.

4. Menciptakan pembiayaan inovatif untuk pembangunan, Indonesia mengeksplorasi berbagai metode, termasuk melalui peluncuran peta jalan untuk mengembangkan keuangan Islam lebih lanjut. Ada potensi besar dalam pembiayaan Islam untuk mendukung pelaksanaan SDG, termasuk untuk keperluan infrastruktur.

5. Memastikan pendekatan yang seimbang. Upaya pengembangan dan penyediaan sumber daya keuangan tersedia tidak hanya di daerah pertumbuhan, tetapi juga di daerah pedesaan, kurang berkembang dan perbatasan. Hanya dengan menghubungkan dan memberdayakan mereka yang terjauh di belakang, akan kami pastikan bahwa tidak ada yang tertinggal.
(rna/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed