DetikNews
Selasa 25 September 2018, 08:13 WIB

Mahasiswa Demo Mendag Soal Impor Beras, NasDem: Itu Dipolitisir

Audrey Santoso - detikNews
Mahasiswa Demo Mendag Soal Impor Beras, NasDem: Itu Dipolitisir Foto: Sekjen Partai NasDem Johnny G Plate (Ari Saputra)
Jakarta - Demo mahasiswa terjadi di berbagai penjuru negeri menolak impor beras. Mereka meminta Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menghentikan impor beras. Partai Nasional Demokrat (NasDem) menyebut demo tersebut sarat akan politisasi.

"Itu desakkan sudah dipolitisir, menggerakan massa. Sudah dipolitisasi mendemokan hal yang tidak sesuai dengan tugas pokoknya Kemendag. Demo salah arah ya ini," kata Sekjen Partai NasDem Johnny G Plate kepada detikcom, Selasa (25/9/2018).

Johnny menjelaskan dalam proses impor, Mendag tak berperan sebagai pengimpor. Pihak yang berperan melakukan importasi pangan adalah Bulog.


"Demonya salah arah. Kalau demo, kan menteri perdagangan bukan importir. Yang mengimpor itu Bulog, yang menunjukan beli barangnya di mana dan siapa yang akan impor itu Bulog. Kenapa mesti demo ke Kemendag? Menteri Perdagangan mempunyai tupoksi bagi yang ingin impor, diberikan surat izin impor," jelas Johnny

Johnny melanjutkan keputusan impor beras beberapa waktu lalu adalah hasil rapat koordinasi dengan para instansi terkait. Dia pun mempertanyakan kenapa baru sekarang ramai-ramai mendemo Enggar.

"Itu juga sesuai dengan hasil keputusan jumlah yang diimpor sesuai rapat koordinasi dengan Menko (Menteri Koordinator bidang Ekonomi) yang hadir juga Bulog, Kementerian Pertanian, perindustrian, kalau garam, hadir juga," ujar Johnny.


"Dan jangan tanya kapan diimpor, sudah ditetapkan. Itu kan impor lama dulu. Nggak ada itu impor yang baru. Ngapain demo Mendag? Kenapa di impor dulu? Karena harga beras sudah naik dlaam negeri dari Rp 9.000 jadi Rp 11.000. Itu dulu, yang sekarang ga ada. kenapa demonya baru sekarang, bukan dulu?," tandas dia.

Johnny mengatakan dirinya mendukung sikap mahasiswa yang menyerukan swasembada pangan. Namun dia tak setuju bila seruan mahasiswa ditunggangi kepentingan politik.

"Demo mahasiswa, pemuda bagus, ingin supaya swasembada pangan. Yang mempolitisir ini yang tujuan poltiknya merusak negara. Jadi kalau demo mahasiswa supaya swasembada pangan, produksi dalam negeri, NasDem setuju dan mengutamakan itu," tandas dia.


Di Padang, mahasiswa membuat patung Enggar dari jerami. Mereka menggelar unjuk rasa di halaman kantor Gubernur Sumatera Barat, Senin (24/9) sore. Dalam aksi itu, patung Enggar dari jerami itu dibakar.

Di Gorontalo, dalam peringatan Hari Tani Nasional ini, ratusan mahasiswa se-Gorontalo yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Pertanian Gorontalo menggelar aksi dengan menolak impor beras di bundaran Hulondalo Indah.

Adapun di Aceh, ratusan mahasiswa gabungan di Lhokseumawe berdemo di kantor DPRK Aceh Utara, Aceh. Mereka menuntut penghentian impor beras karena daya serap hasil panen petani di daerah masih sangat rendah.



Saksikan juga video 'Beda Mendag dan Bulog Soal Impor Beras':

[Gambas:Video 20detik]


(aud/dnu)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed