Nonton Bareng MoU RI-GAM di LP Sukamiskin Bak Nonton Bola

Nonton Bareng MoU RI-GAM di LP Sukamiskin Bak Nonton Bola

- detikNews
Senin, 15 Agu 2005 19:27 WIB
Bandung - LP Sukamiskin, Bandung juga menggelar nonton bareng penandatanganan kesepakatan (MoU) damai pemerintah Indonesia dengan GAM di Helsinki. Bahkan, acara nonton bareng ini seperti acara nonton bola. Tahu goreng dan pisang goreng disajikan. Nyam..nyam... Nonton bareng melalui lacar kaya televisi di LP Sukamiskin ini diikuti antara lain oleh 18 tokoh dan anggota GAM yang ditahan di LP itu. Mereka duduk di atas kursi plastik berwarna putih di dalam ruang utama tahanan. Tiga mantan juru runding GAM, Teuku Kamaruzzaman, Tengku Muhammad Usman dan Amni Bin Ahmad Marzuki duduk di barisan paling depan."Untuk mendesain proses perjanjian damai, yang penting adalah bagaimana rakyat Aceh agar hidup lebih adil dan bermartabat setelah penandatangan tersebut," ungkap Teuku Kamaruzzaman kepada detikcom di LP Sukamiskin, Jalan Antapani, Bandung, Senin (15/8/2005). Saat ini, kata dia, hal yang terpenting setelah penandatanganan tersebut disepakati adalah kontrol terhadap tentara kedua belah pihak. Diharapkan kedua masing-masing pimpinan militer, sayap militer GAM dan TNI, agar mampu menahan diri dan tidak melanggar isi kesepakatan tersebut.Menurut dia, sangat penting melihat pengalaman pada masa lalu ketika kesepakatan Jeda Gencatan Senjata disepakati kedua pihak. Namun ternyata kondisi di lapangan, konflik antara kedua kekuatan militer tetap terjadi."Kita mohon kepada pimpinan tentara yang berada di Indonesia dapat mengontrol, termasuk panglima GAM untuk tidak melakukan hal-hal yang berlawanan dengan semangat isi perjanjian itu," harap dia. Dia yakin GAM akan menyepakati hasil kesepakatan tersebut. Menurut dia, di dalam internal GAM, tidak ada perdebatan sengit mengenai perundingan damai itu. Saat ini di dalam GAM sendiri terdapat dua faksi yang kuat, yaitu faksi militer dan faksi politik."Persoalan militer tentu akan tunduk pada putusan politik. Tidak ada cerita lain. Wewenang penuh tetap ada di sayap politik," ungkapnya.Acara penandatangan damai yang disiarkan secara langsung tersebut juga membuat senyum lebar para tahanan GAM itu. Saat nonton bareng, mereka didampingi oleh Kepala LP Sukamiskin, Mashudi. Setelah penandatanganan, Mashudi lantas menjabat tangan semua tahanan GAM dan memberikan selamat pada para tahanan GAM.Sebelumnya, Menteri Hukum dan HAM RI, Hamid Awaludin pernah mendatangi ketiga juru runding GAM ini yang ada di LP Sukamiskin Bandung itu. Dia menjanjikan akan mengikutsertakan ketiga mantan juru runding ini untuk ikut menyaksikan acara penandatanganan di Helsinki. Namun entah kenapa akhirnya janji tersebut tidak terjadi.Tengku Muhammad Usman Lampoh Awe kepada detikcom merasa kecewa dengan tidak terpenuhinya janji tersebut. Namun ia berpendapat mudah-mudahan proses ini tidak mengganggu jalannya proses perundingan tersebut."Kita tinggal tunggu keputusan hasil dari pimpinan di Helsinki nanti. Kita belum bisa berkomentar banyak karena harus mempelajari salinan dari isi kesepakatan tersebut. Saat ini semua pimpinan GAM yang berada di luar negeri sangat rindu untuk pulang ke Aceh, termasuk Hasan Tiro. Tapi kita lihat situasi dan kondisinya. Apakah memungkinkan atau tidak," ungkap Tengku Muhammad Usman. (asy/)


Berita Terkait