Turnamen Piala Detik Proklamasi di Belanda
Taklukkan Groningen, PPME Amsterdam Juara
Senin, 15 Agu 2005 19:29 WIB
Den Haag - FC PPME Amsterdam memboyong piala detikcom setelah menaklukkan FC Groningen di final Turnamen Detik Proklamasi 2005 di Delft, Belanda, dalam rangka HUT Kemerdekaan RI ke-60.Turnamen swadaya masyarakat ini digelar di lapangan Abtwoudse Park, Delft, Belanda, sepanjang Sabtu mulai jam 11.00 dan baru berakhir jam 19.05 atau Minggu (14/8/2005) jam 00.05 WIB. "Turnamen ini dimaksudkan untuk fundrising, yang hasilnya akan kami sumbangkan ke Aceh, yang bersama organisasi mitra kami sejauh ini telah menyalurkan sumbangan gelombang kelima," kata Ketua Panitia Afan Tofani.Menurut Afan, sebanyak 8 tim dari berbagai wilayah di Belanda ikut ambil bagian dalam turnamen tahunan yang dirangkai dengan Lomba Permainan Tradisional Anak Indonesia dan Bazar Masakan Indonesia itu. Tim-tim tersebut yakni 5 tim mahasiswa: FC Groningen, FC Diemen, FC Den Haag, FC Delft United, FC Enschede, dan tiga tim dari unsur masyarakat: FC PPME Amsterdam, FC Otkin (organisasi tenaga kesehatan Indonesia di Belanda) dan FC ISR Rotterdam."Tim peserta boleh membawa dan menurunkan kawan pemain asing maksimal 2 orang per pertandingan," Afan menambahkan. Ketentuan tersebut, lanjut Afan, mempunyai misi mempererat persahabatan sekaligus memoles pengalaman bagaimana bertarung dengan pemain asing, yang mungkin secara fisik dan teknik lebih unggul.Di final, FC PPME Amsterdam menghentikan perlawanan kesebelasan mahasiswa Indonesia FC Groningen dari kota ujung timur laut negeri Belanda itu dengan 1-0. Sebelumnya di semifinal FC PPME Amsterdam menggebuk FC Otkin (2-0) dan dalam pertarungan Grup A dengan sistem setengah kompetisi (masing-masing saling bertemu satu kali) pemegang gelar juara tahun lalu itu mengalahkan FC Diemen (1-0), FC Delft United (2-0), dan imbang melawan FC Den Haag (0-0). Selain memboyong gelar kampiun, FC PPME Amsterdam juga merebut piala top scorer melalui sang playmaker, Alex, dengan total deposit 3 gol. Alex yang menurut publik penonton tampang dan gerakannya mirip Zinedine Zidane, menjadi jenderal lapangan tengah penentu kemenangan tim PPME, ormas yang ikut dirintis oleh KH Abdurrahman Wahid, mantan presiden RI ke-4, di era 70-an itu.Sementara sang runner up FC Groningen di semifinal meremukkan FC Den Haag (2-1). Sedangkan dalam duel di Grup B, tim kuda hitam ini berturut-turut menundukkan FC ISR Rotterdam (1-0), FC Otkin (2-1), dan bye melawan FC Enschede (3-0), yang menurut panitia batal datang karena pemainnya tidak lengkap. Gelar juara ketiga diraih FC Den Haag setelah menjinakkan FC Otkin, salah satu tim favorit, melalui adu penalti (4-2) setelah sebelumnya bermain sama kuat sampai usai perpanjangan waktu (2-2). Selain hadiah piala, tim-tim juara dan tim-tim yang kalah juga mendapat medali sebagai tanda penghargaan.Menurut catatan, turnamen swadaya masyarakat bertepatan dengan HUT Kemerdekaan RI ini mulai mengakar sejak 1999-2000 dengan nama Piala Proklamasi sebagai inisiatif menyeimbangkan citra miring tentang Indonesia. Ketika itu nama Indonesia tak lepas dari publikasi negatif terkait meletusnya multikrisis di Indonesia dan kerusuhan di Maluku dan tempat-tempat lainnya.Acara ini juga mendapat dukungan dan kemudahan penuh dari Gemeente Delft, karena dinilai menjadi contoh nyata integrasi warga allochtoon (nonpri) dengan warga autochtoon (pri) setempat alias Belanda asli.
(es/)











































