"UN (PBB) khusus tahun ini call for global leadership. Kita tidak bisa menciptakan perdamaian, prosperity dunia, hanya dengan leadership satu-dua negara. Kita perlu satu global leadership," kata Menlu Retno di sela Mandela Peace Summit di Markas Besar PBB, New York, Senin (24/9/2018).
Baca juga: Menlu Retno Resmikan Gedung KJRI di Chicago |
Menurut Retno, tantangan PBB salah satunya adalah menghilangkan rasa eksklusivitas antarnegara. Menurutnya, ketertutupan antara negara satu dengan yang lainnya tersebut seakan menjadi tren akhir-akhir ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau tidak ada kesejahteraan, tidak ada equal benefit dari kegiatan ekonomi, maka akan sulit kita menciptakan perdamaian. Ini tantangan yang dihadapi UN," jelasnya.
Menlu Retno bersama Wapres Jusuf Kalla dan Menko PMK Puan Maharani serta sejumlah pejabat lain menghadiri Mandela Peace Summit di Markas PBB, New York. Summit ini dalam rangka mengenang 100 tahun Mandela. Sidang Umum PBB sendiri akan dibuka pada Selasa (25/9) besok.
Saksikan juga video 'Blak-blakan Menlu Retno, Kiprah RI Damaikan Dunia':
(rna/dnu)











































