Dokter yang Visum Jaksa Umbu Bukan Ahli Jantung

Dokter yang Visum Jaksa Umbu Bukan Ahli Jantung

- detikNews
Senin, 15 Agu 2005 18:48 WIB
Dokter yang Visum Jaksa Umbu Bukan Ahli Jantung
Kendari - Hingga saat ini, Senin (15/8/2005) Kejagung belum juga memutuskan untuk menyelidiki misteri kematian Wakajati Sulawesi Tenggara Umbu Lage Lozara. Yang agak mencengangkan, dokter yang melakukan visum jenazah Umbu ternyata bukan ahli jantung. Penyebab kematian Umbu hingga saat ini masih belum menemukan titik terang. Baik, Polri maupun Kejagung) masih berkeyakinan meninggalnya Jaksa Umbu karena penyakit jantung yang dideritanya. Kedua instansi ini mendasarkan pada hasil visum yang dilakukan dokter Nyoman Sawiti dari RSU Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara.Tapi, pengakuan Nyoman Sawiti cukup aneh juga. Ia mengaku tidak bisa menjelaskan kenapa saat jenazhnya dibuka di Semarang, lidah Jaksa Umbu terjulur, mukanya lebam dan leher merah seperti korban dijerat. "Saya bukan ahli jantung, jadi tidak tahu," kata Nyoman Sawiti saat hearing dengan Komisi A DPRD Sulawesi Tenggara, Sabtu (13/8/2005) lalu. Sawiti menuturkan, berdasarkan pengamatan secara fisik, ia melihat bahwa Umbu terkena penyakit jantung. Tetapi dirinya tidak bisa memastikan hal itu, karena dia bukan ahli jantung.Sawiti menyatakan visum yang dikeluarkan berdasarkan permintaan dari kepolisian Raha. Ia mulai memeriksa pukul 09.00 Wita sampai pukul 11.00 Wita dengan memeriksa seluruh badan, 4 Agustus 2005. Ia melihat ada darah keluar dari hidung dan telinga, namun tidak melihat ada bekas luka di leher, maupun lidah yang menjulur keluar.Lebih lanjut, Sawiti menjelaskan, dari kamar Umbu di Hotel Ilham, Raha, dirinya menemukan 2 jenis obat penyakit jantung yang dikeluarkan ole RS Mitra Jakarta, atas nama dr Gland Dundung. "Ada dua jenis obat, yaitu didoksin dan askardia dan jenis obat lainnya. Sekarang obat tersebut menjadi barang bukti aparat kepolisian yang dikirim ke forensik kepolisian Makassar," kata dia.Ketika didesak mengenai perubahan anatomi tubuh, "Saya tidak tahu perubahan anatomi itu setelah sampai di Semarang. Saya tidak tahu, saya ini bukan ahlinya," kilahnya.Ketika ditanya lebih detil apa bisa orang yang terkena jantung lidahnya keluar, Sawiti mengaku tidak tahu. "Saya tidak tahu, karena saya bukan ahlinya. Yang saya tahu, saat saya tangani, tidak ada lidah menjulur, leher bekas tercekik ataupun tangan melepuh," ujarnya singkat. (jon/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads