Dubes AS Klarifikasi Soal Papua kepada NU dan Muhammadiyah
Senin, 15 Agu 2005 18:15 WIB
Jakarta - Pemerintah AS nampaknya tidak main-main mendukung keutuhan NKRI. Tidak hanya kepada pemerintah RI, AS juga mengklarifikasi pernyataan dua senatornya mengenai Papua, kepada dua ormas Islam terbesar di Indonesia, NU dan Muhammadiyah.Duta Besar AS untuk RI Lynn B Pascoe mendatangi Gedung PBNU, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, pukul 15.00 WIB, Senin (15/8/2005), untuk mengklarifikasi hal tersebut. Ia diterima Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi dan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin.Hasyim menghargai kedatangan Pascoe. Sebelumnya, pada 2 Agustus 2005, PBNU telah mengirim surat kepada Kedubes AS untuk meminta klarifikasi mengenai pernyataan senator AS yang mencari dukungan bagi kemerdekaan Papua."Kalau ada salah paham, bisa menimbulkan ekses negatif ke mana-mana. Saya jelaskan bahwa NU dalam hal NKRI tidak bisa ditawar-tawar lagi dan tidak bisa spekulatif," tegas Hasyim usai pertemuan tertutup selama satu jam itu.Menurut Hasyim, dalam pertemuan itu Pascoe menyatakan pada pokoknya pemerintah AS tetap konsisten mendukung kedaulatan dan teritori RI, tidak hanya Papua, tapi juga Aceh. Yang disayangkan, adalah rendahnya pelayanan publik dari pemerintah pusat kepada rakyat Papua."Pascoe menyatakan, perbedaan pendapat di dalam senatnya merupakan sesuatu yang demokratis. Tapi yang menjadi pegangan resmi adalah sikap pemerintah AS yang mendukung NKRI," ujar Hasyim.Din Syamsuddin juga menyampaikan pendapat yang sama dengan Hasyim. Menurutnya, PP Muhammadiyah dan PBNU sangat menghargai sikap dan kedatanagn Pascoe untuk mengklarifikasi masalah ini. "Saya meminta agar pihak-pihak di luar negeri tidak mencampuri urusan dalam negeri Indonesia," tegasnya.
(fab/)











































