Gus Dur Pesimis Masa Depan Aceh

Gus Dur Pesimis Masa Depan Aceh

- detikNews
Senin, 15 Agu 2005 18:01 WIB
Jakarta - Gus Dur mengaku pesimistis dengan masa depan Aceh pascapenandatanganan MoU RI-GAM di Helsinki, Finlandia. Dia pun kembali mengingatkan Indonesia akan dipecah menjadi tujuh negara."Saya tidak tahu. Saya pesimis," katanya di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Senin (15/8/2005).Mantan presiden ini juga tidak percaya dengan MoU yang disepakati kedua belah pihak. Hingga kini dirinya maupun masyarakat masih bingung karena isi MoU belum diumumkan pemerintah."Ketertutupan tentang apa yang menjadi poin MoU juga bisa mengkhawatirkan," ujar Gus Dur.Dia juga belum tahu apakah isi MoU itu sama dengan Cessation of Hostilities Agreement (CoHA) akhir tahun 2002. Namun niat pemerintah untuk mengupayakan perdamaian di Aceh dianggapnya merupakan niat baik."Semua orang ingin perdamaian di Aceh. Tapi kita ingin melihat dulu isi MoU dalam perjanjian itu," cetus Gus Dur.RI Jadi 7 NegaraDia meminta agar pemerintah seharusnya membuka apa yang menjadi kesepakatan damai Aceh tersebut. Bahwa Aceh harus damai, semua sepakat akan hal itu. Tapi asing tidak boleh banyak campur tangan."MoU itu bukannya tidak menghasilkan apa-apa, tapi bisa membahayakan. Menurut laporan intelijen saya, banyak negara asing sangat berkepentingan untuk memecah-belah Indonesia menjadi tujuh negara, termasuk Aceh dan Papua. Saya tidak tahu kapan targetnya," ujar Gus Dur.Ditanya apa pertimbangan MoU itu ditutup-tutupi kalau sudah tahu risikonya besar, dia berpendapat, orang yang berhasil mendamaikan Aceh pasti mendapatkan penghargaan besar. Tapi hanya untuk satu dua orang, namun mengorbankan orang banyak."Kalau pemerintah mau jalan sendiri, silakan. Saya tidak mendukung dan tidak percaya. Lusa, saya akan datang ke istana, karena saya ingin semua bersatu. Indonesia ini mengalami masalah berat, bahkan sudah amburadul," tandas Gus Dur.Berita Terkait:Wuku-wuku KejawenGus Dur: AS Bakal Caplok RI (sss/)


Berita Terkait