Ijazah Palsu, 53 Cabang IMGI di RI-Malaysia Terancam Ditutup

Ijazah Palsu, 53 Cabang IMGI di RI-Malaysia Terancam Ditutup

- detikNews
Senin, 15 Agu 2005 18:04 WIB
Jakarta - Ketahuan mengobral ijazah palsu, Institut Manajemen Global Indonesia (IMGI) yang memiliki 53 cabang yang tersebar di Indonesia dan Malaysia terancam ditutup.Hal ini disampaikan Pejabat Harian Kabidpenum Mabes Polri Kombes Pol Saud Usman Nasution di kantornya, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Senin (15/8/2005) seperti dilaporkan reporter detikcom, Veronika Kusuma Wijayanti.Cabang IMGI antara lain berlokasi di Bandung, Bogor, Surabaya, Depok, Jambi, Bekasi, Lampung, Tuban, Manado, Ciputat, Probolinggo, Medan, Lumajang, Pematang Siantar, Jakarta, Makassar, Majalengka, Subang, dan Kuningan.Selanjutnya di Malang, Jayapura, Pagar Alam, Semarang, Cibinong, Jawa Timur, Pati, Kudus, Palangkaraya, Cimanggis, Lamongan, Papua, dan Malaysia."Saat ini, Polri sedang koordinasi dengan Polda setempat untuk kemungkinan ditutup. Siapa saja alumni mereka, masih dalam penyelidikan," kata Saud.Mabes Polri telah menahan Presiden Direktur IMGI Luke Corney, warga negara Australia, yang sebelumnya ditangkap di Kalimantan Tengah pada 11 Agustus. Luke yang memiliki paspor terbitan California, Amerika Serikat, ini, adalah orang yang menandatangani ijazah gelar kesarjanaan yang dikeluarkan IMGI.Selain itu, Polri menetapkan 9 tersangka dalam kasus ini, yakni Mardiana (Direktur Utama), Harries Roberts (Direktur Program), Udin Arsyad (Kepala Cabang Pemasaran), Lilik Purwati (Staf), Sri Purnomosari, Agus Susanto, Listi Ambar Purnomo, dan Bachrum.Sebanyak 6 orang di antaranya telah ditahan pada 11 Agustus. Enam orang yang ditahan sebelumnya itu adalah Harries Roberts, Udin Arsyad, Lilik Purwati, Agus Susanto, Listi Ambar Purnomo, dan Bachrum.Kantor Cabang IMGI TutupSementara itu, kantor cabang IMGI yang berada di Kompleks Ruko Rawa Segaran, Jl. Hankam, Kelurahan Ceger, Jakarta Timur tampak tutup. Kantor berlantai dua yang berdekatan dengan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) itu sudah tidak terlihat ada aktivitas sejak satu pekan terakhir. Namun, berdasarkan pemantauan Indra Subagja daridetikcom, Senin (15/8/2005), di ruko berpintu rolling door ini, tidak dipasangi police line. Plang IMGI juga sudah tidak ada lagi. Kantor cabang IMGI ini juga tidak tercatat di kelurahan Ceger. "Di dalam buku registrasi pendaftaran usaha, tidak tercantum IMGI yang berkantor di ruko itu," kata Darmono, kepala sub seksi peralatan umum Keluragan Ceger. (aan/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini