Mahasiswa Aceh: Jangan Sekadar Jabat Tangan, Tapi Satukan Hati

Mahasiswa Aceh: Jangan Sekadar Jabat Tangan, Tapi Satukan Hati

- detikNews
Senin, 15 Agu 2005 17:45 WIB
Jakarta - Jangan sekadar janji, tapi bukti. Jangan sekadar jabat tangan di televisi, tapi juga satukan hati. Perjanjian damai hanya tinggal di atas kertas. Tapi kedamaian di Aceh harus juga tercipta.Meski ada wanti-wanti, namun perjanjian damai antara RI-GAM mendapat tanggapan positif dari beberapa mahasiswa asal Aceh di Jakarta. Menurut mereka, perjanjian ini merupakan hal yang paling ditunggu oleh seluruh mahasiswa asal Aceh di Jakarta."Saat ini teman-teman di Asrama Poba sedang menonton televisi untuk melihat secara langsung perjanjian damai di Helsinki," kata seorang mahasiswa asal Takengon Aceh, Adi Desk, yang ditemui detikcom di asrama mahasiswa asal Aceh, Jalan Muria No. 46, Guntur, Jakarta Pusat, Senin (15/8/2005).Bagi Adi, yang paling penting dalam perjanjian ini adalah komitmen pada kedua belah pihak."Kita semua sudah jenuh, yang paling penting bukan jabat tangan seperti di televisi, tapi bagaimana menyatukan dua hati mereka," tutur alumnus jurusan bahasa Inggris Universitas Serambi Mekah ini.Mahasiswa asal Aceh lainnya, Yuhdi Sofwan, berharap perjanjian damai ini bisa membawa keamanan dan kedamaian di Aceh."Waktu dulu faktor keamanan itu kritis, kita tidak pernah tenang untuk belajar. Semoga perjanjian damai bisa dibuktikan di lapangan," tuturnya.Bahkan menurut alumnus MIPA UI ini, kemungkinan besar setelah penandatanganan perjanjian, banyak rakyat Aceh yang akan kembali ke kampung halaman mereka sendiri."Karena sebenarnya banyak hal yang bisa digarap di Aceh, seperti pertanian dan pengolahan sumber daya alam," katanya.Adi dan Yuhdi adalah beberapa dari sekian banyak mahasiswa asal Aceh yang merantau ke Jakarta. Mereka hidup dengan penuh kesederhanaan. Asrama Laut Tawar yang mereka jadikan sebagai tempat tinggal, terlihat memprihatinkan, seperti halnya kondisi masyarakat Aceh saat ini.Namun yang terpenting bagi Adi dan Yuhdi adalah saat mereka kembali ke kampung halaman nanti bisa mencium udara kedamaian di tanah rencong. Semoga! (ahm/)


Berita Terkait