200 Ribu Penduduk Indonesia Setiap Tahun Terancam Buta

200 Ribu Penduduk Indonesia Setiap Tahun Terancam Buta

- detikNews
Senin, 15 Agu 2005 16:50 WIB
Jakarta - Setiap tahun sebanyak 200 ribu penduduk Indonesia terancam kebutaan. Ancaman ini terutama menyerang penduduk usia produktif di bawah 50 tahun. Sampai saat ini jumlah penduduk yang mengalami kebutaan mencapai 3,3 juta atau 1,5 persen dari jumlah penduduk Indonesia sebanyak 220 juta. Dari jumlah itu 50 persen mengalami kebutaan karena katarak. Urutan kedua kebutaan akibat glukoma yang disebabkan oleh masalah degeneratif dan ketiga karena reflaksi, terkait dengan kurang jelasnya penglihatan dan perlu bantuan kaca mata. Dari penambahan 200 ribu pasien baru setiap tahun, hanya 80 ribu sampai 90 ribu yang dapat dioperasi. Sisanya tidak tertangani karena masalah biaya. Setiap pasien minimal butuh biaya Rp 500 ribu untuk melakukan operasi katarak. "Karena tidak sampai terjadi kematian, sampai saat ini masalah kebutaan belum dianggap serius oleh pemerintah dan masyarakat," ungkap Ketua Umum Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Tjahjono D Gondhowiardjo di Museum Bank Mandiri, Jalan Stasiun Kota Beos, Jakarta, Senin (15/8/2005).Mereka yang sudah terkena katarak pun, lanjut Tjahjono, kadang kala hanya pasrah dan menganggap sudah waktunya penglihatan mereka berkurang. Padahal umumnya mereka masih berusia produktif. Tingginya masalah kebutaan ini terkait dengan defisiensi nutrisi dan kurangnya gizi masyarakat."Masalah pola makan yang kurang bergizi dan lokasi negara di daerah tropis menyebabkan orang terkena paparan langsung sinar matahari. Ini yang membuat tingkat kebutaan Indonesia cukup tinggi," kata Tjahjono. Jika tidak tertangani dengan baik dikhawatirkan akan terjadi ledakan masalah kebutaan pada tahun 2025. Hal ini seiring dengan peningkatan jumlah penduduk Indonesia saat itu yang diperkirakan naik empat kali lipat. Karenanya, partisipasi aktif masyarakat dan pemerintah diharapkan bisa mengurangi tingkat kebutaan di Indonesia. "Sayang kalau penduduk produktif tidak bisa berkarya lagi karena masalah kebutaan," katanya. Tjahjono merupakan perwakilan dari Komite Nasional Penanggulangan Kebutaan dan Gangguan Penglihatan. Lembaga ini mendapat bantuan donasi dari Bank Mandiri berupa peralatan mikroskop dan peralatan operasi mata senilai Rp 200 juta. Dana tersebut juga untuk bantuan operasi katarak 200 warga tidak mampu. (umi/)


Berita Terkait