Indonesia dan GAM Resmi Teken Kesepakatan Damai
Senin, 15 Agu 2005 16:45 WIB
Jakarta - Akhirnya pemerintah Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) menandatangani kesepakatan damai di Helsinki, ibukota Finlandia. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Wakil Presiden M Jusuf Kalla menyaksikan peristiwa bersejarah ini melalui layar televisi di Istana Merdeka, Jakarta. Penandatanganan kesepakatan damai ini diteken pukul 09.30 waktu setempat atau pukul 15.45 WIB, Senin (15/8/2005). Penandatanganan ini dilakukan oleh Menteri Hukum dan HAM Hamid Awaluddin sebagai wakil Indonesia dan Perdana Menteri GAM Malik Mahmud sebagai wakil GAM. Mantan Presiden Finlandia Martti Ahtisaari yang menjadi mediator perundingan ini menyaksikan penandatanganan tersebut. Turut hadir dalam penandatanganan kesepakatan damai ini adalah Menko Polhukam Widodo AS, Menkominfo Sofyan Djalil, para pejabat RI, anggota DPR, para pejabat dan tokoh Aceh, serta tokoh GAM. Acara penandatanganan ini diawali dengan pidato Martti Ahtisaari. Dalam pidatonya, Ahtisaari menyampaikan terima kasih kepada Indonesia dan GAM yang mau membicarakan dan meneken perundingan damai ini. Ahtisaari juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden SBY dan Wapres Jusuf Kalla yang mendorong upaya perundingan ini. Setelah Ahtisaari menyampaikan pidatonya, Hamid dan Mahmud menandatangani perjanjian damai itu. Setelah selesai, Hamid dan Mahmud langsung bersalaman. Ahtisaari juga meletakkan kedua tangannya di atas tangan Hamid dan Mahmud. Selanjutnya, Mahmud dan Hamid menyampaikan pidatonya. Mahmud diberi kesempatan bicara terlebih dahulu. Sementara itu, SBY dan Kalla menyaksikan penandatanganan kesepakatan damai ini melalui layar televisi di Istana Merdeka. Keduanya didampingi oleh Ketua DPR Agung Laksono dan Ketua DPD Ginandjar Kartasasmita. SBY, Kalla, dan Ginandjar yang mengenakan baju batik dan Agung Laksono yang mengenakan jas, tampak serius menyaksikan acara tersebut yang disiarkan secara langsung Trans TV.
(asy/)











































