DetikNews
Senin 24 September 2018, 13:56 WIB

KPK Kirim Bus 'Antikorupsi' ke 11 Daerah, Mau Incar Siapa?

Ahmad Bil Wahid - detikNews
KPK Kirim Bus Antikorupsi ke 11 Daerah, Mau Incar Siapa? Bus 'Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi' yang diluncurkan ke 11 wilayah. (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - KPK memberangkatkan bus 'Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi' ke 11 kota/kabupaten. Bus itu akan menjadi sarana bagi KPK untuk menggiatkan program-program antikorupsi.

"Dalam perjalanan nanti, bus akan melakukan sosialisasi e-LHKPN dan program-program lainnya," ucap Wakil Ketua KPK Alexander Marwata di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (24/9/2018).
Alexander bersama Wakil Ketua KPK lainnya, Basaria Pandjaitan, melepas bus itu berangkat ke 11 kota/kabupaten, yaitu Indramayu, Cirebon, Tegal, Pekalongan, Kabupaten Semarang, Kota Semarang, Klaten, Magelang, Purbalingga, Ciamis, dan Bandung.

"Ini kerja sama semua bidang di KPK, kecuali penindakan karena kita tidak membawa tim penindakan dalam bus ini," kata Alexander.
Lalu, apa alasan KPK memilih 11 wilayah tersebut? Apakah ada di antaranya yang memang sengaja 'diincar'?

"Yang pertama yang dekat-dekat dululah, yang kedua ada beberapa kota yang kebetulan kepala daerahnya kita tindak, seperti Tegal, Klaten, Purbalingga," ujar Alexander.

Nantinya bus itu akan menjadi sarana dengan kegiatan antikorupsi di sekolah, kampus, hingga tempat keramaian publik. Alexander menyebut kegiatan utama nantinya berupa edukasi antikorupsi untuk pelajar dan masyarakat umum, sosialisasi e-LHKPN dan gratifikasi, serta kuliah umum di perguruan tinggi.

Ini kedua kalinya KPK melakukan program serupa. Pada 2014, bus ini melakukan perjalanan ke Yogyakarta dan sekitarnya untuk mendukung peringatan Hari Antikorupsi Internasional 2014. Bus tersebut juga dilengkapi beberapa layar monitor di dalamnya untuk menunjang sosialisasi.
(dhn/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed