Suami Istri Dikukuhkan Jadi Profesor UGM Bersama-sama
Senin, 15 Agu 2005 15:59 WIB
Yogyakarta - Di Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM), Sudjadi dan Sismindari berjodoh. Cinta lokasi itu masih bertahan hingga kini. Dan di Fakultas Farmasi, keduanya juga mendapatkan gelar profesor (guru besar). Menariknya, keduanya dikukuhkan sebagai profesor dalam waktu bersamaan. Kini pasangan itu sama-sama memiliki sederet gelar, Prof Dr Sudjadi MS, Apt dan Prof Dr Sismindari SU Apt. Pengukuhan guru besar pasangan suami istri yang sama-sama menjadi staf pengajar di Fakultas Farmasi UGM ini dilakukan Senin (15/8/2005). Acara pengukuhan yang digelar di Balai Senat di Gedung Pusat UGM itu dilakukan secara bergantian. Untuk acara syukuran pun digelar bersama, layaknya seperti pesta pernikahan di Wisma Kagama di Bulaksumur Yogyakarta mulai pukul 12.00 WIB atau setelah acara pengukuhanusai. Para tamu undangan berdatangan untuk memberikan ucapan selamat.Ini merupakan peristiwa langka kedua kalinya di kampus UGM. Sebelumnya, Prof Dr Ir Susamto Sumowiardjo MSc, guru besar Fakultas Pertanian dikukuhkan sebagai profesor bersama dengan istrinya, Prof Dr Ir Siti Muslimah Widyastuti MSc, guru besar pada Fakultas Kehutanan, pada 20 Maret 2004.Dalam acara pengukuhan, Sudjadi dan Sismindari dikukuhkan sebagai guru besar dalam bidang Kimia Farmasi pada Fakultas Farmasi. Pada pengukuhan di depan Sidang Majelis Guru Besar UGM, Sudjadi yang juga menjadi Ketua Pusat Studi Bioteknologi UGM dan anggota DPP Konsorsium Bioteknologi Indonesia itu menyampaikan pidato pengukuhan berjudul 'Perkembangan Obat Produk Bioteknologi: Peran Teknologi DNA Rekombinan dalam Pengembangan Biopharmaceuticals.'Sedangkan istrinya Sismindari yang menjabat sebagai Wakil Ketua Pusat Riset dan Pengembangan Fakultas Farmasi UGM, anggota Pusat Riset Kurkumin Fakultas Farmasi UGM menyampaikan pidato berjudul 'Target Biologi sebagai Tantangan pada Penemuan danPengembangan Obat Antikanker.'Dalam pidatonya, Sismindari mengatakan, hingga saat ini kanker masih menjadi penyebab kematian nomor tiga di dunia, setelah penyakit infeksi dan kardiovascular. Penyakit kanker merupakan penyakit yang sangat ditakuti oleh manusia karena keberhasilan pengobatan baik menggunakan sistem operasi, kemoterapi, dan radiasi hingga saat ini masih rendah. "Rendahnya keberhasilan pengobatan ini disebabkan karena sulitnya menghilangkan secara total semua sel kanker tersebut, lebih lagi kalau kanker sudah mencapai stadium lanjut dan mengalami penyebaran di seluruh tubuh," katanya.Menurut dia, kanker adalah suatu proses pertumbuhan sel yang tidak terkendali, yakni kehilangan pengendali keseimbangan antara proliferasi sel dan kematian sel. Proses tersebut ditunjukkan adanya kerusakan gen pengatur pertumbuhan dari satu sel sehingga menyebabkan sel tersebut terus membelah diri menjadi sekumpulan sel dengan kerusakan genetik yang semakin banyak. Sismindari menyatakan, untuk mendeteksi awal munculnya kanker tidaklah mudah. Sebab, proses terjadinya kanker yangdinamakan karsinogenesis itu seringkali memakan waktu lama dan melalui beberapa tahapan, yaitu inisiasi, promosi dan progresi. "Oleh karena proses karsinogenesis memakan waktu cukup lama, bahkan bisa mencapai lebih dari 10 tahun maka gejala-gejala klinik baru timbul saat penyakit tersebut telah mencapai stadium lanjut," katanya.Pada akhir pidatonya, anggota Pusat Riset Kurkumin Fakultas Farmasi UGM itu mengatakan untuk menemukan obat kanker itu menjadi tantangan tersendiri bagi para peneliti dan ilmuwan terutama untuk memikirkan bagaimana memanfaatkan kekayaan alam Indonesia yang belum tereksplorasi dan dimanfaatkan secara optimal.
(asy/)











































