PKS Diimbau Tak Lanjutkan Kasus Pilkada Depok
Senin, 15 Agu 2005 15:50 WIB
Jakarta - Jika tetap melanjutkan kasus Pilkada Depok, PKS dikhawatirkan kehilangan simpati masyarakat. PKS disarankan menerima putusan Pengadilan Tinggi (PT) Jawa Barat yang mengalahkan jagonya, Nur Mahmudi Ismail sebagai Walikota Depok."Justru jika PKS menerima putusan meskipun tidak rela, itu akan menimbulkan simpati masyarakat bahwa PKS adalah korban ketidakadilan," kata pengamat politik dari LSI Syaiful Mujani kepada detikcom, usai diskusi di Hotel Nikko Jl. Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (15/8/2005).Syaiful menilai, aksi menolak putusan pengadilan oleh para pendukung PKS terjadi karena tidak transparannya PT Jabar. Jika mekanisme pengambilan keputusan diumumkan secara terbuka, aksi PKS kemungkinan akan berhenti."Tapi karena MA telah menyatakan keputusan ini sudah final, lebih baik PKS tidak mem-push lagi. Kecuali kalau memang ada sistem yang memungkinkan untuk me-review keputusan ini," ujarnya.Namun Syaiful menyangsikan jika sengketa dalam Pilkada Depok ini dapat mengganggu hubungan mesra antara PKS dengan Golkar. "Ini terlalu lokal untuk menjadi preseden PKS memperburuk hubungannya dengan Golkar," tukasnya.
(fab/)











































