Habaib di kalangan Arab-Indonesia merupakan gelar bangsawan Timur Tengah yang merupakan kerabat Nabi Muhammad (Bani Hasyim) dan secara khusus dinisbatkan terhadap keturunan Nabi Muhammad melalui Fatimah az-Zahra.
Ma'ruf menyebut pertemuan itu sebagai bentuk dukungan kepada dirinya. Dia pun merasa senang atas dukungan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada dukungan, ya semua dukung. Semuanya menganggap saya hanya berpindah kiprah dari lingkungan NU sebagai Rais Aam, lingkungan MUI, saya akan berkiprah untuk kalangan yang lebih luas sehingga saya harus menghabiskan upaya saya, energi saya, untuk yang lebih besar. Semua ulama mendukung," ucap Ma'ruf kepada wartawan di kediamannya, Senin (24/9/2018).
Menurut Ma'ruf, pertemuan dengan habaib membicarakan hal yang selalu Ma'ruf bicarakan di pertemuan dengan para ulama.
"Banyak hal dibahas, kita akan mengadakan berbagai pertemuan, karena habaib-habaib ini banyak yang ingin bertemu saya, terutama yang muda-muda," kata Ma'ruf.
"Kepada ulama-ulama sering berkeliling, ulama Jakarta ditemui, karena saya harus pamit bahwa saya akan berhijrah dari jalur kultural ke jalur struktural," kata Ma'ruf.
Selain itu, Ma'ruf membantah isu dirinya berjoget saat acara bersama pendukung di Tugu Proklamasi sebelum pengambilan nomor urut ke KPU. Hal itu pun dijelaskan kepada habaib muda dalam pertemuan.
"Kalau saya bilang ada yang joget, matanya rabun. Bertepuk kok berjoget. Isu itu tidak betul," ucap Ma'ruf.
Tonton juga 'Ma'ruf Amin: Suara Perempuan Penentu Pilpres 2019':
(aik/rvk)











































