DetikNews
Senin 24 September 2018, 11:19 WIB

Masuk Musim Nikah, Warga Ramai-ramai Berburu Emas di Makassar

Muhammad Taufiqqurrahman - detikNews
Masuk Musim Nikah, Warga Ramai-ramai Berburu Emas di Makassar Warga berburu emas di Makassar (Opik/detikcom)
Jakarta - Memasuki September ini, warga di Makassar, Sulsel, ramai-ramai berburu emas. Berdasarkan tradisi masyarakat Sulsel, September, yang bertepatan dengan Muharam, ini merupakan waktu yang pas untuk menikah.

Hal ini terlihat di pusat penjualan emas di Jalan Somba Opu, Makassar, Sulsel, Senin (24/9/2018). Di jalan ini, ramai berderet toko emas dan bahan logam mulia lainnya. Salah seorang pengunjung, Musdalifau (58), hendak berbelanja beberapa gram emas.

"Saya mau beli emas beberapa gram. Tapi lihat-lihat dulu yang menarik," kata Musdalifa, warga Kabupaten Bone, Sulsel, ini.

"Bulan ini banyak pembeli emas karena musim kawin di sini. Rata rata pembelian emasnya mulai 1 sampai 5 gram," imbuhnya.



Dia datang bersama anaknya dan sedang melihat-lihat emas yang berada di sebuah toko emas bernama Toko Logam Mulia. Musdalifah mengatakan niatnya berbelanja emas bukan karena keinginan berinvestasi.

"Ini bukan buat investasi tapi karena memang anak saya akan menikah 2 minggu lagi. Jadi cari emas di sini," ungkapnya.

Masuk Musim Nikah, Warga Ramai-ramai Berburu Emas di MakassarWarga berburu emas di Makassar (Opik/detikcom)


Hal ini juga dibenarkan salah seorang pegawai toko emas, Haeriah. Menurutnya, maraknya penjualan emas dalam satu bulan terakhir bukan karena imbas naiknya nilas dolar AS, melainkan karena 'musim nikah' yang saat ini ada di Sulsel. Dikatakannya, pembelian emas pun tidak sampai dalam jumlah besar. Rata-rata warga akan membeli emas seberat 1-5 gram.

"Jadi sebenarnya investasi emas untuk kalangan masyarakat bawah dan menengah tidak terlalu banyak dilirik saat ini. Penjualan emas akan meningkat saat jelang hari raya atau musim kawin seperti sekarang," ujarnya.

Untuk harga, rata-rata emas per gram dibanderol Rp 630-650 ribu. Hal senada dikatakan pedagang emas lainnya, Nurdin T Kilo. Dia telah berdagang emas di kawasan ini selama 30 tahun. Menurutnya, investasi emas dalam bentuk batangan murni jarang terjadi di kawasan itu. Jika pun terjadi transaksi, biasanya itu dilakukan orang-orang kaya.



"Kalau dibilang investasi kan tergantung perekonomian seseorang. Sekarang mana ada PNS berani beli emas di atas 5 gram," kata Nurdin.

"Yang ramai emang orang berbelanja emas sekarang karena banyak nikahan," sambungnya.

Hal ini berbeda dengan kondisi sekitar 1980-an, ketika PNS dan warga berani membeli emas dalam jumlah yang sangat banyak.

"Ini juga karena emas lambang status. Kalau orang dulu banyak emas di pasang di badannya untuk kasih lihat orang dia orang berada dan bangsawan," ucapnya.



Saksikan juga video 'Terus Buka Bisnis Baru, Buat Modal Nikah Kaesang?':

[Gambas:Video 20detik]


(tfq/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed