DetikNews
Senin 24 September 2018, 07:00 WIB

'Tobat' Anak Konglomerat

Melisa Mailoa - detikNews
Tobat Anak Konglomerat Foto: Instagram @indprw
Jakarta -

Jika ada anak yang lahir dengan sendok emas di mulutnya, salah satunya barangkali adalah Cipta Harun, 25 tahun. Cipta, putra pasangan Harun Hajadi dan Juanita Ciputra, merupakan cucu dari konglomerat Ciputra. Sejak dia muncul di dunia ini, keluarganya sudah kaya raya.

Kini grup Ciputra adalah salah satu konglomerasi besar di Indonesia. Bisnisnya membentang dari ujung ke ujung Indonesia hingga ke Vietnam. Dari perumahan, hotel, pusat belanja, apartemen, konstruksi, kelapa sawit sampai teknologi informasi. Tapi meski cucu Ciputra, Cipta mesti merintis karir dari bawah di perusahaan yang didirikan kakeknya.

"Digaji pun sama dengan staf lain," Cipta menuturkan kepada detikX beberapa waktu lalu. Sebagai anggota keluarga Ciputra, Cipta juga mesti bekerja keras menunjukkan kemampuan. Jika dipandang tak mampu, menurut Cipta, mereka tak akan 'dipaksa' atau 'memaksa' menempati posisi kunci di perusahaan.

Di perusahaan keluarganya, yang penting adalah kemampuan, bukan pamer kekuasaan, apalagi pamer kekayaan. Dalam soal kesederhanaan, Cipta menunjuk kakeknya sendiri sebagai contoh. Meski mampu beli semua yang dia mampu, Ciputra bukan orang yang doyan barang mewah. Rumahnya yang sangat lapang memang berada di lingkungan paling elite di kawasan mahal Pondok Indah. Tapi tak banyak barang mewah di rumahnya yang adem.

"Pak Ci nggak pernah mikirin mau pakai baju merk apa atau mobil jenis apa," kata Cipta soal kakeknya. Mobil Ciputra 'hanya' Toyota Alphard lama. Konon, mobil itu sudah beberapa kali mogok di jalan. Soal makan, bagi kakeknya, Cipta bercerita, lebih penting sehat ketimbang mahal semata. Baju pun yang jadi pertimbangan nomor satu bukan soal mereknya apa, tapi kenyamanan. "Sepatu dia cuma punya satu New Balance warna hitam yang sudah entah berapa tahun. Nggak ganti-ganti."

Baca juga di DetikX, Mereka Tajir, Kami Mencicil

Banyak orang kaya di negeri ini, bahkan tak sedikit, seperti kata orang-orang, yang benar-benar tajir melintir. Ada yang hidup sederhana - entah memang tak tertarik kemewahan atau sudah bosan - tak sedikit pula yang doyan foya-foya, hinggap dari pesta ke pesta, belanja ke belanja, tak ada habisnya. Lihat saja foto-foto mereka yang bertebaran di Instagram.

Panggil saja dia Kevin, tentu bukan nama sebenarnya. Menurut Kevin, keluarganya tak ada di daftar orang-orang paling tajir di negeri ini versi Forbes maupun majalah Globe Asia. Tapi ada satu kerabatnya yang masuk daftar salah satu orang paling tajir di Indonesia versi Globe Asia. "Ayahku memang tak masuk di daftar itu, tapi aku tahu, kekayaan keluarga kami lebih besar daripada nilai kekayaan kerabatku itu," dia menulis di Quora beberapa waktu lalu. Dengan nilai kekayaan ayahnya, dia menaksir, sebenarnya keluarganya bisa masuk daftar salah satu keluarga paling tajir di negeri ini.

Keluarganya punya rumah sangat besar di lingkungan paling elite di Jakarta dan Surabaya. Di masing-masing rumah, paling tidak ada sembilan pembantu yang mengurus rupa-rupa pekerjaan. Dari garis ibunya, dia memang keluarga kaya raya sejak lama. Tapi lain cerita dengan ayahnya yang tumbuh di keluarga dengan ekonomi pas-pasan. "Ayah membangun bisnis dari nol, tapi kini pendapatan perusahaannya triliunan rupiah setiap tahun," kata Kevin.

Sejak lahir Kevin tak pernah kenal yang namanya tak punya duit, bergaul pun di lingkungan yang punya kekayaan setara dengan keluarganya . "Semuanya serba gampang....Sejak kecil, aku selalu mendapatkan apa yang aku mau," kata dia. "Pengin melihat tulang dinosaurus yang sebenarnya? Ibuku membawaku terbang ke Amerika Serikat. Mau melihat singa seperti di film Lion King? Aku piknik ke Afrika selatan saat umur 7 tahun."

Setelah menginjak remaja, Kevin mulai kenal dengan barang-barang mahal. "Mobil pertama yang aku kendarai adalah Ferrari Berlinetta yang aku tabrakkan ke Mercedes Benz S500 milik ayahku saat aku belajar menyetir," ujar Kevin. Dua tahun kemudian, dia dapat hadiah mobil. "Aku dapat Porsche 911 untuk hadiah ulang tahun ke-16." Tentu saja itu bukan mobil dia satu-satunya. "Saat SMA, mobil sehari-hariku adalah Range Rover." Dia minta Range Rover kepada ayahnya lantaran ingin beda dengan teman-temannya yang membawa BMW dan Mercedes Benz.

Kevin akhirnya 'bertobat'. Bagaimana kisah selengkapnya, baca di DetikX, Yang Kaya, Yang Sederhana, Yang Foya-foya


Saksikan juga video 'Hikmah Tobat Pecandu Narkoba':

[Gambas:Video 20detik]


(sap/sap)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed