Polling: Duet SBY-JK Tak Populer untuk Pemilu 2009
Senin, 15 Agu 2005 15:08 WIB
Jakarta - Duet Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Jusuf Kalla (JK) yang menuai kemenangan dalam Pemilu 2004 diprediksi tidak akan populer lagi dalam Pemilu 2009. Fakta ini terungkap dari hasil jajak pendapat yang dilakukan Soegeng Sarjadi Syndicate (SSS) pada 28 Juli-4 Agustus lalu.Jajak pendapat melibatkan 2.000 responden dari 20 kota di 17 provinsi. Jajak pendapat tersebut bertajuk 17 Agustus 2009: Mencari Arah Republik. Jajak pendapat ini mencoba menggali popularitas tokoh dan partai untuk Pemilu 2009.Dari jajak pendapat tersebut ditemukan fakta bahwa 51,10 persen masyarakat Indonesia memilih tidak mempertahankan duet SBY-JK. Hal ini disebabkan dua hal, pertama, karena masyarakat melihat ketidakharmonisan hubungan SBY-JK. Masyarakat melihat kinerja wapres mengganggu kinerja presiden. Kedua, turunnya popularitas JK di mata masyarakat. "SBY tetap merupakan kandidat paling populer untuk Pemilu 2009 sebesar 14,55 persen. Namun popularitas JK anjlok dan hanya meraih 2,50 persen," kata Direktur Eksekutif SSS Sukardi Rinakit di Four Seasons Hotel, Jalan Rasuna Said, Jakarta, Senin (15/8/2005).Menurutnya, ada dua pilihan bagi SBY. Pertama, SBY harus memperbaiki hubungan dengan JK dan menjual image baru yang lebih bagus. Dan kedua, dia harus mencari pasangan baru jika ingin sukses dalam Pemilu 2009.Dari jajak pendapat itu juga ditemukan fakta bahwa dua parpol yang paling prospektif untuk Pemilu 2009 adalah Partai Demokrat sebesar 24,85 persen, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebanyak 21,20 persen.Sukardi menilai melonjaknya pendukung Partai Demokrat karena diuntungkan figur SBY sebagai presiden yang mempermudah mereka membangun infrastruktur politik. Sedangkan PKS sukses karena muncul sebagai partai moral."Isu Pilkada Depok yang menganulir kemenangan PKS menjadi kampanye gratis bagi PKS untuk meraih simpati rakyat," kata Sukardi.
(umi/)











































