Singkatnya Masa Pelucutan Senjata Ancam Gagalkan Perundingan
Senin, 15 Agu 2005 14:55 WIB
Jakarta -
Penandatanganan perjanjian damai RI-GAM di Helsinki tinggal menunggu detik-detik akhir. Namun, ada kekhawatiran perundingan akan gagal, terkait singkatnya masa pelucutan senjata GAM."Penandatanganan adalah hal yang paling mudah, tapi implementasi di lapangan itu yang menjadi juru kunci," kata pengamat politik dari CSIS Rizal Sukma kepada wartawan, usai diskusi di Hotel Nikko Jl. Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (15/8/2005).Menurut Rizal, idealnya pelucutan senjata dari seluruh anggota GAM adalah selama 6-8 bulan. Hal itu mengacu pada luasnya Provinsi Aceh dan banyaknya pasukan TNI yang akan ditarik dari Kota Serambi Mekah itu."Dead line pelucutan senjata yang hanya tiga bulan itu bisa bahaya dan bisa menjebak. Karena kalau belum selesai, maka nanti akan ada wacana bahwa perundingan telah gagal," ujarnya.Selain itu, verifikasi pelucutan senjata dinilai juga akan memakan waktu yang cukup lama. Karena sejauh ini belum jelas jumlah pasti senjata yang dimiliki GAM."Jika ini gagal, baik GAM maupun Indonesia akan memiliki dampak buruk di mata Intenasional. Karena perundingan kali ini adalah semata-mata dalam konteks humanitarian dan Aceh memang jadi sorotan pasca terjadinya tsunami," tukas Rizal.
(fab/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































