DetikNews
Minggu 23 September 2018, 17:56 WIB

Dana Awal Kampanye Prabowo-Sandi Rp 2 Miliar

Dwi Andayani - detikNews
Dana Awal Kampanye Prabowo-Sandi Rp 2 Miliar Foto: Dwi Andayani - detikcom
Jakarta - Calon wakil presiden (cawapres) Sandiaga Salahudin Uno melaporkan dana awal kampanye dirinya dan calon presiden Prabowo Subianto. Dana awal kampanya pasangan ini tercatat sebanyak Rp 2 miliar.

"Hari ini kami laporkan semuanya secara lengkap termasuk saldonya, jumlah saldonya banyak sekali, yaitu Rp 2 miliar," ujar Jubir Tim Kampanye Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak, di Kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Minggu (23/9/2018).

Laporan dana awal ini diserahkan langsung oleh Sandiaga, dan diterima oleh Komisioner KPU Hasyim Asyari. Dahnil mengatakan jumlah ini berasal dari patungan antara Prabowo dan Sandi.


"Dari mana duit Rp 2 miliar ini? Ini berasal dari dua orang penting di republik ini, yaitu Rp 1 miliar dari Prabowo Subianto, Rp 1 miliar lagi dari Sandiaga Salahudin Uno. Jadi patungan, satu miliar-satu miliar, kolekan," ujar Dahnil.

Dia mengatakan nantinya jumlah ini masih akan bertambah. Menurutnya Prabowo dan Sandi akan memaksimalkan kampanye menggunakan uangnya sendiri.

"Rp 1 miliar ini mungkin nanti akan bertambah, dari mana sumbernya tentu terus terang bang sandiaga sudah berkomitmen, Pak Prabowo juga sudah berkomitmen, seluruh resources yang mereka punya itu bisa digunakan untuk kepentingan kampanye," kata Dahnil.


"Jadi pendanaan kami insyaallah bisa dimaksimalkan dari Pak Prabowo dan juga dari Bang Sandi, jadi insyallah pasangan ini itu tidak akan mau menggadaikan dirinya ke cukong atau kelompok-kelompok lain yang mau pemerintahan di masa depan, ini catatan penting kami," sambungnya.

Sementara itu Sandiaga sendiri mengatakan akan melakukan pelaporan setiap bulan. Hal ini dimaksud untuk untuk menghadirkan kampanye yang transparan.

"Ini merupakan komitmen kami menghadirkan kampanye yang transparan dan akuntabel. Melakukan pelaporan tiap bulan kepada publik pada rakyat tentang apa saja yang kita terima pada bulan tersebut, jadi kita melakukan lebih dari yang ditentukan atau diharuskan," ujar Sandi.
(dwia/jor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed