Polling LSI:
Parpol Lokal Tidak Populer
Senin, 15 Agu 2005 14:32 WIB
Jakarta - Nota kesepahaman (MoU) RI-GAM di Helsinki hujan dukungan. Tetapi, gagasan pembentukan partai politik lokal justru tidak laku. Demikian hasil polling Lembaga Survei Indonesia (LSI).Hal ini disampaikan Direktur Eksekutif LSI Saiful Mudjadi dalam jumpa pers di Hotel Nikko, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (15/8/2005).Polling LSI dilakukan terhadap 1.397 responden di 32 provinsi pada 28 Juli hingga 2 Agustus 2005 dengan metode multistage random sampling dengan tingkat kepercayaan 95 persen, dan margin error kurang lebih 2,62 persen.Hasil survei menunjukkan 75,8 persen responden tidak setuju dengan gagasan parpol lokal dan hanya 6,9 persen yang menyatakan setuju parpol lokal.Tapi khusus untuk responden Aceh, banyak yang menyetujui pembentukan parpol lokal, yakni 58,6 persen. Sedangkan yang tidak setuju hanya 6,9 persen.Selain itu, survei menunjukkan sekitar 74,6 persen mendukung perundingan yang dilakukan pemerintah dengan GAM untuk perdamaian. Sedangkan yang tidak mendukung 11,3 persen."Dukungan terhadap perundingan ini kemungkinan merupakan faktor penting yang berpengaruh terhadap dukungan pembentukan parpol lokal di Aceh, meski mungkin saja faktor ini tidak mempunyai kaitan dengan isu parpol lokal," urai Saiful.Menurut dia, responden yang memilih PDIP dalam pemilu lalu merupakan yang paling tertinggi yang tidak menyetujui parpol lokal, yakni sebanyak 83,3 persen. Sedangkan yang menyetujui parpol lokal sebanyak 4,8 persen.Sedangkan responden yang memilih PKS, yang paling tinggi menyetujui keberadaan parpol lokal yakni 10,2 persen. Sedangkan yang tidak setuju pencapai 73,5 persen."Mungkin ketika gagasan parpol lokal muncul, massa pendukung PDIP yang paling kuat menolak gagasan itu dan bisa saja sikap partai ini merupakan cerminan dari sikap pendukungnya," tutur Saiful.LSI berkesimpulan, untuk sementara gagasan tentang parpol lokal di Aceh tidak populer. "Tetapi ini tidak berarti masyarakat tidak mendukung adanya perundingan masyarakat dengan GAM," ujarnya.LSI juga mengindikasi gagasan parpol lokal mendapat dukungan dari rakyat Aceh. Meski demikian, lanjut Saiful, pihaknya belum dapat memastikan karena margin error untuk survei yang respondennya berasal dari Aceh mencapai kurang lebih 18 persen.Bila indikasi bahwa masyarakat Aceh menginginkan partai lokal itu benar. Maka kehadiran parpol lokal di Aceh akan menjadi tantangan bagi parpol nasional dalam mengartikulasikan kepentingan konstituen di Aceh.Pengamat politik CSIS Rizal Sukma menilai, ada tiga faktor yang menjadi dominan dalam penolakan masyarakat terhadap isu parpol lokal, yakni terkait disintegrasi bangsa, terlalu mengakomodasi GAM dan kesediaan berunding adalah strategi GAM untuk memperoleh kemerdekaan."Sedangkan kenapa masyarakat Aceh mendukung parpol lokal karena konteks perdamaian yang menonjol," ujar Rizal.
(aan/)











































