DetikNews
Minggu 23 September 2018, 10:25 WIB

PAN: Lebih Bijak Ma'ruf Amin Mundur dari Ketum MUI

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
PAN: Lebih Bijak Maruf Amin Mundur dari Ketum MUI Foto: Waketum PAN Viva Yoga Mauladi (kiri), Sekretaris Fraksi PAN DPR Yandri Susanto (kedua kiri). (Lamhot Aritonang-detikcom)
Jakarta - Partai Amanat Nasional (PAN) memandang Ma'ruf Amin terpandang bijak dan bermartabat jika mundur dari Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI). PAN lalu bertanya ke Ma'ruf, lebih penting persatuan umat Islam atau target politik?

"Lebih Penting persatuan umat atau target poliik? Saya mengapresiasi cawapres Ma'ruf Amin mundur sebagai Rais Am PBNU karena hal itu sesuai dengan AD/ ART NU," ujar Waketum PAN Viva Yoga Mauladi kepada detikcom, Minggu (23/9/2018).


"Untuk posisi sebagai Ketua Umum MUI, Pak Ma'ruf Amin tidak bersedia mundur atau nonaktif. Alasannya akan mundur jika terpilih sebagai wapres.Menurut saya, di luar tentang aturan internal MUI, lebih bijak dan bermartabat jika pak Ma'ruf Amin mundur atau nonaktif sebagai ketua umum MUI," lanjut Viva.

Viva lalu menjelaskan terkait dasar pemikirannya yang meminta Ma'ruf mundur dari Ketum MUI. Pertama, MUI merupakan lembaga milik umat yang dikatakannya mewadahi ulama, zu'ama, dan cendikiawan Islam di Indonesia. MUI ada untuk membimbing, membina dan mengayomi kaum muslimin di seluruh Indonesia sebagaimana yang tertuang di "Piagam Berdirinya MUI".

"MUI tidak boleh masuk ke dalam turbulensi political game," tegasnya.

Kedua, Viva menyebut MUI sebagai penjaga akhlak dan moral umat dan bangsa. Untuk itu MUI tidak boleh dikotori dengan kepentingan politik praktis.

"Karena kedudukannya adalah memberikan nasehat atau fatwa kepada masyarakat dan pemerintah demi untuk mewujudkan ukhuwah Islamiyah dan bersatunya kerukunan umat beragama dan kemantapan NKRI. Fungsi MUI adalah menasehati umara," jelasnya.


Alasan ketiga, Viva mengungkapkan, kurang tepat jika ada anggapan posisi Ma'ruf sebagai Ketum MUI akan menambah efek elektoral di Pilpres 2019. Hal ini karena MUI tidak bisa menginstruksikan organisasi Islam, ulama, kaum cendekiawan, dan umat untuk memilih salah satu calon di Pilpres 2019.

"Keempat, soal tanggungjawab, fungsi, dan efektivitas kepemimpinan MUI. Pak Ma'ruf Amin tentu akan memaksimalkan tenaga, waktu, dan pikirannya untuk berkampanye sebagai cawapres. Oleh karena itu demi kepentingan masa depan MUI, lebih bijak, lebih etis, dan lebih bermartabat jika beliau mundur atau nonaktif," ungkapnya.

"Saya berbicara sebagai Anak Bangsa yang menginginkan MUI sebagai lembaga penjaga akhlak dan moral bangsa," tuturnya.

Dihubungi terpisah, Ketua DPP PAN Yandri Susanto juga menyarankan Ma'ruf Amin untuk mundur dari Ketum MUI. Hal ini agar MUI sebagai lembaga yang dihormati tidak ikut terseret politik praktis.

"Kita berharap ada rasa legowo pak Ma'ruf untuk mundur. PAN minggu kemarin sudah minta beliau mundur biar MUI tetap terjaga untuk tidak terseret politik praktis," kata Yandri dihubungi terpisah.


Simak Juga 'Ma'ruf Amin Mundur dari Rais Aam PBNU':

[Gambas:Video 20detik]


(nvl/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed