Doa Bersama dan Nonton Bareng di Masjid Raya Banda Aceh
Senin, 15 Agu 2005 12:57 WIB
Banda Aceh - Penandatanganan perjanjian damai antara pemerintah RI dan GAM menjadi peristiwa bersejarah bagi masyarakat Nangroe Aceh Darussalam (NAD). Untuk pertamakalinya, kedua belah pihak yang selama ini bertikai bersepakat untuk menghentikan permusuhan. Menjelang penandatanganan perjanjian damai, Pemda NAD menggelar doa bersama dan menyaksikan langsung penandatanganan lewat layar lebar di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Senin (15/8/2005). Acara yang dimulai pukul 11.00 WIB ini dihadiri oleh ribuan warga Banda Aceh, sejumlah tokoh dan pejabat.Rencananya, akan hadir dalam acara ini, Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto, Kapolri Jenderal Sutanto, Menko Kesra Alwi Shihab, Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah, tokoh masyarakat, ulama dan pejabat Aceh. Masyarakat yang datang tak hanya berasal dari Banda Aceh saja, namun juga dari wilayah Aceh Besar dan beberapa daerah lain.Ribuan warga ini memadati Serambi Masjid Baiturrahman. Selain itu, di halaman masjid dipasang tiga tenda besar untuk menampung warga dengan duduk lesehan. Tujuh televisi ukuran 29 inchi dipasang di serambi Masjid Baiturrahman dan sebuah layar lebar dipasang di halaman masjid.Acara dimulai dengan doa bersama.Setelah itu dilanjutkan dengan salat dzuhur dan makan siang, diteruskan doa dan dzikir sambil menunggu siaran langsung penandatanganan perjanjian damai dari Helsinki sekitar pukul 15.00 WIB.Kapolres Banda Aceh AKBP Ilyasrudin mengatakan pihaknya mengerahkan 840 personelnya untuk mengamankan acara doa bersama. Sebanyak 400 personel berjaga di sekitar Masjid Raya Baiturrahman dan sisanya berjaga-jaga di sekitar kota.
(jon/)











































