DetikNews
Sabtu 22 September 2018, 15:43 WIB

Cerita Ma'ruf Amin Beratnya Putuskan Mundur sebagai Rais Aam PBNU

Ahmad Bil Wahid - detikNews
Cerita Maruf Amin Beratnya Putuskan Mundur sebagai Rais Aam PBNU Foto: Ahmad Bil Wahid/detikcom
Jakarta - Calon wakil presiden Ma'ruf Amin menyatakan mundur dari jabatan Rais Aam PBNU. Ma'ruf menceritakan beratnya mengambil pilihan itu di hadapan para pengurus PBNU.

Ma'ruf menjabat Rais Aam PBNU sejak 2015 lalu. Sejak saat itu, dia bertekad serius menjalani tugas di jabatan tersebut.

"Semenjak menerima amanah dari Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-33 di Jombang, Jawa Timur, tahun 2015 sebagai Rais 'Aam, saya berazam mewakafkan diri saya untuk menjalankan amanah tersebut sebaik-baiknya. Tugas utama menegakkan dan menjaga manhajul fikri dan manhajul harakah di
lingkungan NU menjadi fokus kerja saya selama ini," kata Ma'ruf dalam Rapat Pleno PBNU di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (22/9/2018).


Di tengah perjalanan menjabat Rais Amm, Ma'ruf dihadapkan pada pilihan maju sebagai cawapres. Dia menganggap pilihan itu sebagai kesempatan untuk mengabdi pada negara.

"Namun di sisi lain ada situasi yang saya sebagai kader NU tidak bisa menghindar. Bangsa dan Negara memanggil saya untuk memberikan pengabdian terbaik dengan dicalonkan sebagai Wakil Presiden. Saya dididik di lingkungan pesantren yang memegang teguh keyakinan bahwa apabila bangsa dan negara memanggil untuk mengabdi, maka siapapun harus tunduk dan patuh," ucapnya.


Sebelum mengambil keputusan itu, Ma'ruf sempat meminta pertimbangan kepada kiai lainnya. Dia pun disarangkan untuk maju sebagai cawapres.

"Dengan tekad bulat, saya merelakan diri untuk menjalankan petunjuk masyayikh dan para kiai tersebut. Meskipun berat saya akhirnya menerima panggilan sebagai calon wakil presiden. Konsekwensinya, saya harus mundur dari tugas sebagai Rais Aam, sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga," kata dia.

Meski mundur dari Rais Aam, Ma'ruf tetap sebagai pimpinan NU. Dia kini menjadi mustasyar atau dewan penasehat.

"Berdasarkan keputusan rapat PBNU bahwa selepas beliau dari jabatan Rais Aam, beliau ditetapkan sebagai mustasyar PBNU, jadi beliau adalah masih jadi pimpinan kami karena beliau adalah mustasyar PBNU," kata Ketua PBNU Robikin Emhas.



Saksikan juga video 'Ma'ruf Amin Mundur dari Rais Aam PBNU':

[Gambas:Video 20detik]


(abw/aan)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed