DetikNews
Sabtu 22 September 2018, 11:16 WIB

Cerita Karier Plt Gubernur Jambi, Dari Hakim hingga Kepala Daerah

Robi Setiawan - detikNews
Cerita Karier Plt Gubernur Jambi, Dari Hakim hingga Kepala Daerah Foto: dok. APPSI
Jakarta - Plt Gubernur Jambi Fachrori Umar bercerita tentang karier politik yang dinilai berbeda dari kebanyakan politikus. Dia bercerita memulai kariernya sebagai seorang hakim Pengadilan Agama.

"Saya dulu kuliah S-1 di IAIN Ciputat yang sekarang UIN Jakarta, dan mengambil jurusan syariah, tapi saya bercita-cita menjadi hakim. Akhirnya, setelah lulus, saya mendaftar sebagai hakim agama dan ditempatkan pertama kali di Samarinda," kata Fachrori dalam keterangan tertulis, Sabtu (22/9/2018).



Kepada Tim Ekspedisi Jalur Darat 34 Gubernur dari Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI), yang diketuai Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Fachrori melanjutkan, selepas dari Samarinda, ia kembali ke Jambi menjadi hakim agama di Muara Bungo.

Kemudian menjadi Ketua Pengadilan Agama hingga menjadi hakim tinggi agama di Kota Jambi. Kariernya di Pengadilan Agama ia akhiri ketika menjadi Wakil Ketua Pengadilan Agama Manado pada 2008.

Kemudian pada Pemilihan Gubernur 2010, koleganya, Hasan Basri Agus, yang pernah menjadi Sekretaris Daerah Kota Jambi saat Fachrori menjadi Ketua Pengadilan Agama Jambi, meminta Fachrori mendampinginya sebagai calon wakil gubernur.

"Jadi dulu saat saya menjadi Ketua Pengadilan Agama Kota Jambi, saya dekat dengan Sekda Kota Jambi saat itu, yakni Pak Hasan Basri Agus. Nah, 2010 saya diminta mendampingi beliau sebagai wakil gubernur," kata politikus dari Partai NasDem ini.



Kemudian pada Pilgub 2015, Fachrori kembali maju sebagai calon wakil gubernur untuk kedua kalinya dan mendampingi calon Gubernur Zumi Zola. Pada April 2018 Fachrori dilantik sebagai Plt Gubernur karena Zumi Zola harus menjalani proses hukum dalam kasus dugaan suap RAPBD Jambi tahun anggaran 2018.

Menjalani amanah sebagai Kepala Daerah Provinsi Jambi, Fachrori menyebut ia terus membawa prinsipnya sebagai seorang hakim pengadilan agama, yakni prinsip integritas.

"Selama sekian lama menjadi hakim, dan kini menjadi seorang kepala daerah, prinsip yang terus saya bawa adalah prinsip integritas, agar bisa memimpin dengan penuh amanah," pungkas Fachrori. Informasi lainnya bisa dilihat di sini.
(mul/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed